Kenal 18 Tahun, Tiffany SNSD Ceritakan Penderitaan Sulli & Sesalkan Hal ini

Posmetro.net Tiffany SNSD belum lama ini membahas hubungannya dengan mendiang temannya Sulli dalam film dokumenter berjudul “Why Were You Uncomfortable With Sulli?” yang disiarkan oleh MBC pada 10 September lalu. Ia kemudian berbagi cerita pengalamannya saat bertemu Sulli dan waktu mereka bersama sebagai trainee.

Tiffany menceritakan, “Aku pertama kali bertemu Sulli ketika dia membintangi drama ‘Ballad of Seodong‘. Di agensi SM, dia sudah menjadi bintang akting cilik yang populer.”

Tiffany kemudian melanjutkan tentang saat ia tampil di salah satu acara variety show pada tahun 2011 bersama Sulli. Pada program tersebut, Sulli menjelaskan bahwa ia mulai tinggal di asrama ketika kelas 5 SD dan dengan air mata bersyukur kepada Tiffany dan juga Tae Yeon telah merawatnya saat itu. Setelah menonton ulang video klip tersebut, Tiffany mengungkapkan perasaannya, “Melihat video ini, sepertinya kita semua hanya membutuhkan bantuan. Begitu juga denganku.”

Kenal 18 Tahun, Tiffany Ungkap Penderitaan Sulli Sejak Trainee dan Sesalkan Ini

Saat itu Tiffany berbicara bahwa “frustasi” dan “kesepian” tidak hanya membebani Sulli juga dirinya dengan Tae Yeon. “Sejujurnya, kami bahkan tidak tahu harus bagaimana tubuh kami bekerja pada usia itu. Kami terus-menerus seperti, ‘Dimana ini? Siapa aku? Hari apa ini? Apa aku menyelesaikan tugas sekolah?’ Dan bahkan ketika kami sangat frustasi, kami belum cukup dewasa untuk benar-benar memahami kenapa emosi itu berasal. Kami masih sangat belia, untuk berada di lingkungan itu,” imbuh Tiffany.

“Pasti ada banyak tekanan. Seperti akan datang saat-saat ketika kami ingin melihat ibu kami. Katakanlah, setelah kembali ke asrama dan berbaring di tempat tidur kita untuk tidur saja sangat sulit. Ketika kami ingin melihat mereka tetapi kami tidak bisa,” pungkasnya.

Tiffany kembali mengenang, “Untukku dan Sulli dan Tae Yeon juga, (massa trainee) adalah waktu terus-menerus mencoba mencari jati diri. Saat itu mereka akan memulai semuanya mulai dari kepercayaan pada diri sendiri.

Di akhir film dokumenter, Tiffany berterima kasih kepada Sulli karena telah menjadi orang yang luar biasa melalui semua masa yang penuh rintangan dan tekanan. Ia juga mengucapkan salam perpisahan sekali lagi dan menyesal bahwa ia tidak ada saat Sulli membutuhkan sandaran.

“Ketika aku kehilangan Sulli selama 18 tahun, aku tidak bertanya, Kenapa dia melakukan semua ini?’ Sebaliknya, aku tidak dapat menahan diri untuk bertanya pada diri sendiri,’Kenapa aku tidak dapat menjangkau lebih banyak?’ Maaf karena aku tidak tinggal di sekitar untuk menjadi pendengar yang baik untuk Sulli. Jika aku bisa, aku ingin memberi tahu dia bahwa aku bersyukur dia tetap berani, cerdas, dan positif selama masa-masa itu,” tutup Tiffany.