Respon Barack Obama Terkait Insiden Tewasnya George Floyd

Respon Barack Obama Terkait Insiden Tewasnya George Floyd

Posmetro.netRespon Barack Obama Terkait Insiden Tewasnya George Floyd, Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menanggapi insiden tewasnya George Floyd oleh polisi Minnesota. Obama menganggap insiden yang memperlakukan ras secara berbeda di saat wabah corona itu sangat tragis.

Mulanya Obama lewat akun resmi Twitter menceritakan pendapatnya dengan salah satu temannya, seorang pengusaha Afrika-Amerika. Ada pesan yang diterima oleh Obama, temannya itu mengatakan sangat sedih atas peristiwa tewasnya George Floyd.

Lanjutnya, Obama menyatakan semua orang mau kembali hidup normal dalam keadaan pandemi virus ini. Dia mengatakan wabah corona menggangu berbagai sektor kehidupan.

“Wajar kalau kita berharap untuk hidup ‘untuk kembali normal’ saat pandemi virus dan krisis ekonomi yang membuat semua manusia disekitar kita sangat terganggu,”tulis Obama.

Obama mengatakan sekarang ada jutaan orang Amerika diperlakukan berbeda lantaran ras dan warna kulitnya. Dia mengatakan perbuatan itu sangat menjengkelkan.

“Tetapi, kita harus ingat kalau bagi jutaan orang Amerika, diperlakukan dengan berbeda hanya ras adalah tragis dan menyakitkan ‘luar biasa’ yang sangat mengecewakan baik saat sedang berurusan dengan sistem perawatan kesehatan, ataupun dengan peradilan pidana, jogging di jalan, dan cuma memperhatikan burung di taman,”ucapnya.

Lanjut lagi, Obama juga mengatakan perbedaan itu harusnya tidak terjadi lagi di Amerika. Dia mengatakan banyak sekali anak-anak yang ingin tumbuh dengan cita-cita yang dipunyai.

“Ini harusnya tidak normal di Amerika 2020. Itu tidak mungkin normal. Jika kita mau anak-anak kita tumbuh di negara yang hidup dengan menggunakan cita-cita tertingginya, kita bisa dan harus menjadi yang lebih baik,”ucapnya.

Obama menyatakan kerusuhan ini bisa diselesaikan apabila pejabat setempat langsung melakukan penyelidikan secara mendalam. Obama menegaskan keadilan tetap harus ditegakkan.

“Peristiewa ini akan selesai bila kita semua terlepas dari ras atau kedudukan kita. Kita ingin penegakan hukum yang bangga dalam melakukan pekerjaan berat mereka dengan cara yang benar, setiap hari untuk bekerja bersama untuk membuat hal yang baru, dimana warisan kefanatikan dan perlakuan yang tidak adil tidak lagi membuat hati kita terluka,”ucapnya.

Seperti yang diketahui, George Floyd meninggal pada hari Senin (25/05/2020) malam watku setempat saat diringkus oleh kepolisian karena dicurigai melakukan transaksi dengan uang palsu. Sebuah video dari peristiwa itu juga memperlihatkan seorang peutgas terus menindik lehernya dengan lutut dengan tenaga kuat sampai dia terjepit di tanah. Floyd juga sempat mengucapkan beberapa kata terakhir ‘Saya tidak bisa bernapas, mama, mama’ dan pada akhirnya harus meninggal.

Peristiwa ini kemudian memanas dengan demonstran yang terbagi di berbagai wilayah Amerika. Protes tersebut mengakibatkan pembakaran dan juga penjarahan.respon-barack-obama-terkait-insiden-tewasnya-george-floyd