23 Mahasiswa Thailand Terjebak Tak Bisa Pulang, Menjalanin Ramadhan Di Samarinda

https://www.posmetro.net/

Posmetro.NetSamarinda, Seorang Mahasiswa yang berasal dari Thailand harus menjalanin rahmadan di Samarinda akibat tidak bisa pulang karenakan akibat dampak Covid-19, apalagi saat berpuasa seperti ini rasanya akan membuat seseorang sedih harus menjalanin Ramadhan sendiri tanpa bersama keluarga besar.

Seperti kisah seorang mahasiswa asal thailand bernama Mareah yang saat ini sedang menuntut ilmu keagamaan Islam di Negeri Samarinda yang tidak bisa pulang akibat dampak covid-19 yang sudah di tetapkan menutup jalur akses keluar masuk melalui jalur udara maupun darat di provinsi kalimatan timur pada saat ini.

Sementara itu Mahasiswa Mareah harus terpaksa menjalani berpuasa sendiri dan berjauhan dengan ke-2 orang tuanya yang saat ini berada di Thailand, sehingga Mareah langsung mengungkapkan perasaannya bahwa “saya sangat merindukan berbuka puasa bersama keluarga terutama bersama ayah dan ibu”ujar Mareah pada Kamis (15/05/2020).

Namun tidak hanya Mareah saja yang menjalanin ibadah puasa, ada juga 23 mahasiswa lainnya yang harus menetap di Samarinda akibat dampak Covid-19 yang membuat negara tersebut menutup semua akses keluar dan masuk seseorang.

Negara Samarinda juga mengajurkan tidak ada salat tarawih di masjid sehingga mereka melakukan ibadah salat tarawih dengan sendiri ataupun dengan beberapa orang dengan harus menjaga jarak 1 sama yang lain.

mahasiswa asal thailand tersebut juga mengatakan “bahwa selama berada di Negara Samarinda yang saat ini sedang lockdown kami hanya bisa mengisi kegiatan kami sehari-hari dengan beribadah, dan kami juga sedang menunggu keputusan dari pemerintah Samarindah untuk bisa memulangkan kami dengan negara asal kami agar kami bisa merayakan lebaran bersama dengan keluarga kami masing-masing”,ujar Mareah .

Alasan Mareah menuntut ilmu di negeri lain “karena di negara asalnya thailand belum ada kuliahan yang mengajarkan ilmu keagamaan dan diri nya mengaku juga sangat suka ke indonesia jika ada sempatan untuk pergi belajar di sana”,ujar Mareah.

Walaupun sedang mengalami dampak Covid-19 semangat dan ketekunan mereka untuk belajar agama tetap selalu semangat sehingga mereka ingin beljar dan kuliah.

Namun dari Negara Samarinda tidak lepas tangan akan 23 mahasiswa yang terjebak Lockdown tersebut, Pemerintahan samarinda tetap membantu mahasiswa tersebut dengan memberikan bantuan sembako dan keperluan dari mahasiswa tersebut untuk berlangsungan hidup dan belajar.