Ratna Sarumpaet Akan Tetap Ngegas Ke Pemerintah

Posmetro.net Ratna Sarumpaet yang kini telah bebas usai jalani hukuman 15 bulan penjara atas kasus hoax penganiayaan dirinya. Walaupun begitu Ratna akan tetap ngegas ke pemerintah.

Kasus Ratna Sarumpaet yang pada saat masa kampanye pilpres 2019 sangat viral. Saat itu foto Ratna Sarumpaet dengan wajah yang lebam tersebar luas yang kemudian di sebut menjadi korban penganiayaan.

Akan tetapi fakta sesungguhnya wajah lebam Ratna S di karenakan operasi sedot lemak di pipi yang di lakukan pada 21 september 2018. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah bukti kuat berupa transaksi dari rekening Ratna Sarumpaet ke klinik tersebut.

Hoax tersebut kemudian di bawa ke meja hijau yang akhirnya Ratna Sarumpaet di vonis 2 tahun penjara. Hakim nyatakan bahwa Ratna Sarumpaet terbukti bersalah dan menyebarkan Hoax penganiayaan. Ratna Sarumpaet di pidana dengan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Hakim ketua Joni bacakan amar putusan dalam sidang vonis di PN Jakarta Selatan menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran rakyat.

Ratna Sarumpaet kini telah bebas dan kembali menghirup udara segar setelah jalani resmi bebas pada kamis ( 26/12 ). Ratna Sarumpaet juga dapat remisi Idul Fitri dan 17 Agustus, sehingga di hitung Ratna Sarumpaet hanya jalani kurungan selama 15 bulan penjara atas vonis yang di berikan oleh hakin selama 2 tahunp penjara.

Ratna Sarumpaet mengaku sangat bahagia setelah permohonan bebas bersyarat di kabulkan oleh Kemenkum HAM.Ratna Sarumpaet juga katakan ingin habiskan waktu bersama keluarga. Dia ingin segarkan pikiran setelah beberapa bulan mendekam di penjara.

Ratna Sarumpaet berharap Presiden Jokowi kapok memenjarakannya lantaran usianya yang sudah tua. Ratna katakan tugasnya sebagai aktivis adalah sampaikan kritik terhadap pemerintah.

Menurut dia, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kecintaannya terhadap bangsa.

“Jadi saya rasa mudah-mudahan Pak Jokowi juga kapok memenjarakan saya. Nggak ada gunanya juga, saya orang tua. Masa kalau saya kritik terus saya dimarahin lagi, nggak boleh begitu dong. Kita negara demokrasi,” kata Ratna.

Tugas saya sebagai aktivis adalah kritik dan itu bantuan buat Pak Jokowi, kalau beliau nggak saya kritik, berarti saya tidak sayang sama dia atau tidak sayang sama bangsa saya. Jadi kapan mulai kritik nggak usah ditanya juga ya,” katanya.