Janda Muda Diperkosa dan Dicekoki Arak Sampai Meninggal Dunia Oleh Pelajar Di Bojonegoro

Posmetro.netJanda Muda Diperkosa dan Dicekoki Arak Sampai Meninggal Dunia Oleh Pelajar Di Bojonegoro, Posmetronews – Seorang pelajar HT (19) saat ini berstatus tersangka usai dibekuk polisi terkait insiden pembunuhan terhadap Al (20), kekasihnya yang tengah dalam kondisi hamil.

Terungkapnya insiden ini, polisi juga menemukan fakta-fakta terbaru.

Tersangnya rupanya sempat mengajak korban untuk melakukan hubungan banda di TKP pembunuhan, sekitar waduk Ngumpakdalem, Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, usai memperkosa layaknya suami istri, korban dicekoki minuman keras arak yang sudah disiapkan oleh tersangka.

Setelah korban sudah tidak sadarkan diri dari minuman keras yang diberikan, satu tangan tersangka merangkul korban lalu tangan lainnya mengambil tali tampar di kantongnya. Kemudian tali itu digunakan untuk menjerat di bagian leher korban sampai tewas.

“Pemubuhan ini sudah direncakan oleh pelaku,”ucap Kapolres Bojonegoro AKBP M budi Hendrawan.

Tersang ini nekat melakukan akses pembunuhan berencana lantaran kesal dengan korban yang sering meminta uang serta pertanggungjawaban. Kondisi korban saat dibunuh adalah seorang janda satu anak dan juga sedang mengandung selama 24 minggu.

“Tersangka ini kan masih status pelajar, jadi tidak ada uang dan juga katanya kesal,”ucapnya.

Bedasarkan hasil dari keterangan para saksi, korban dan tersangka sudah mejalin hubungan dekat. Mereka sudah kenal sejak Juli 2019 lalu melalui media sosmed, Facebook. Mulai dari situ, keduanya saling bertemu dan menjalin status pacaran.

“Kehamilan korban ini tidak bisa kita pastikan apakah hasil dari hubungan badan dengan tersangka. Saat ini kita fokus untuk pengungkapan insiden pembunuhannya,”katanya.

Seperti yang diketahui, tersangka melakukan pembunuhan berencana pada Minggu (24/12/2019) malam. Mayar korban ditemukan oleh warga terbaring di saluran air waduk di Desa Ngumpakdalem. Usai dilakukan penyelidikan tersangka kemudian langsung diamankan petugas Satreskrim Polres Bojonegoro.

Polisi juga sudah menyita barang bukti berupa telepon genggang korban yang dibawa oleh tersangka dan sepeda motor korban yang ditinggal di sekitar pondok pesantren Abu Dzarrin Kecamatan Dander. Akibat aksi yang sudah dilakukan, tersangka akan dikenakan Pasa; 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan aksi hukuman penjara seumur hidup.