Strategi Jokowi Tempatkan Ahok di Pertamina untuk Lawan Mafia Migas

Posmetro.netStrategi Jokowi Tempatkan Ahok di Pertamina untuk Lawan Mafia Migas, Posmetronews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir sudah secara resmi untuk menunjuk Eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Diangkatnya Ahok menjabat Komisaris Utama Pertamina saat ini sangat menuai pro dan kontra di publik. Bahkan dari peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman juga memberikan pendapat, Ahok yang sosoknya adalah seorang eksekutor lebih pantas untuk menjadi Direktur Utama.

Sedangkan tugas komisaris itu bukan di operasional, tetapi tetap melakukan pengawasan terhadap direksi dan mengevaluasi program kerja.

Kendati demikian, Ferdy juga mengatakan bahwa masuknya nama Ahok tetap saja bisa untuk menggentarkan para mafia.

“Ya meski jabat menjadi komut, para mafia harus wanti-wanti, karena diangkatnya Ahok ini merupakan strategi Jokowi untuk melawan para mafia migas yang sudah lama kecimplung di Pertamina,”ucap Ferdi.

Lanjutnya, posisi komisaris utama untuk Ahok juga penting untuk mencegah intervensi politik, intervensi non-korporasi, dan juga intervensi mafia ke Pertamina. Karena Komut lah yang bakal mengevaluasi dan mengawasi kerja dari direktur utama.

Baca Juga: Fadli Zon: Saya Khawatir Ahok Nanti Hanya Buat Gaduh di Pertamina!!.

Oleh sebab itu, para direktur juga sangat disarankan untuk bekerja lebih baik, mengingat bahwa Ahok merupakan eksekutor pemberani untuk melakukan tindakan seperti itu.

“Direktur-direktur Pertamina ini juga harus kerja lebih baik, sebab ini Ahok sosok yang paling berani untuk mengeksekusi Dirut bekerja buruk ke publik. Sama seperti saat Ahok itu melakukannya terhadap para koruptor ke publik,”katanya.

Di sisi lain sambungnya lagi, diangkatnya AHok sebagai Komut di Pertamina lantaran Jokowi belajar dari kegagalan Pertamina dalam melakukan peremajaan kilang Cilacap, kilang Balongan, Kilang Duri, dan juga beberapa kilang lainnya untuk mengurangi impor.

“Pak Jokowi saat ini juga sudah belajar, percuma saja untuk menempatkan komisaris eks petinggi dari militer dan eks menteri BUMN di Pertamina, tetapi tidak ada upaya untuk membantu dalam proses pengawasan,”ucap Ferdy.

Direktur-direktur yang sebelumnya sempat menjabat, saat ini juga belum memperlihatkan kinerja baik lantaran produksi minyak dan gas itu sangat menurun. Padahal, Presiden sudah memberikan hak untuk mengelola Blok Mahakam dari total E&P. Dan juga Blok Rokan dari Chevron Indonesia serta beberapa blok Migas yang diperatori dari pihak asing ke Pertamina.

“Nah ini strategi Pak Jokowi, Ahok yang menjadi tangan kanan nya ini untuk melawan para mafia yang bermain di Pertamina,”tutupnya.