Singgung Nabi Muhammad dengan Ir Soekarno, Sukmawati Segera Dipolisikan

Singgung Nabi Muhammad dengan Ir Soekarno, Sukmawati Segera Dipolisikan

Posmetro.netSinggung Nabi Muhammad dengan Ir Soekarno, Sukmawati Segera Dipolisikan, Posmetronews – Sukmawati Soekarnoputri putri ketiga dari Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno dipolisikan oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) lantaran dituduh sudah menghina Nabi Muhammad SAW usai menyinggung dengan Soekarno. Sukmwati juga sudah menepis bahwa sudah melakukan penistaan.

Laporan tersebut tertung pada nomor LP/7363/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, pada tanggal 15 November 2019. Sukmawati dilaporkan atas tudingan melakukan penistaan agama Pasal 156a KUHP.

“Kami relawan Korlabi saat ini mendampingi Ibu Ratih atas nama pribadi/muslimah untuk melaporkan Sukmawati dari dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan yang dikatakan oleh Sukmawati, yakni membandingkan Presiden Pertama Sukarno dengan Nabi Muhammad,”jelas Sekjen Korlabi Novel Bamukmin.

Polda Metro Jaya juga membenarkan bahwa adanya laporan warga atas Sukmawati perihal dugaan penistaan agama. Polisi saat ini sedang menindaklanjuti laporan itu.

“Kasusnya ini bersangkutan dengan penistaan agama Pasal 156a KUHP,”ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Sukmawati juga menepis bahwa dikatakan sudah melakukan penistaan agama soal perkataannya yang menyinggung nama Nabi Muhammad SAW. Sukmawati juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad dan Sukarno mempunyai derajat yang berbeda yang tidak bisa dibandingkan.

“Membandingkan bagaimana sih, maksud mereka apa? Saya tidak tahu sih ya itu laporannya bagaimana. Artinya, kedua beliau itu pemimpin-pemimpin, tapi yang pastinya itu kan jerajatnya beda, kalau Nabi ya Nabi, kalau Bung Karno ya manusia yang memiliki kemimpinan,”ucap Sukmawati.

Sukmawati menyatakan tidak ada niatan untuk menistakan agam. Dia juga mengakui mempunyai kecintaan nya terhadap Rasul.

“Saya pikir apa yang saya katakan, apa yang saya bicarakan di forum FGD Humas Polri itu dengan judulnya ‘Kan Kamu Tahu Ya’ itu sama sekali engga ada maksud membandingkan. Saya cinta kok sama para Nabi, kok saya dianggap sudah menistakan agama?”ucap Sukmawati.

Pada saat melakukan dialog dan diskusi, mulanya Sukmawati membahas mengenai perjuangan Indonesia saat merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri pada rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019 lalu. Sukmawati lalu memberikan pertanyaan kepada forum.

“Sekarang ini saya mau tanya semua, siapa yang berjuang di bada 20 itu Yang Mulia Nabi muhammad atau Ir Sukarno, saat kemerdekaan? Saya mau minta jawaban, silakan siapa saja yang mau jawab bisa berdiri,”tanya Sukmawati.

Forum juga seketika langsung hening. Tidak ada yang menjawab pertanyaannya tersebut. Dia pun lalu mengatakan kembali kepada forum yang dihadiri dengan sejumlah mahasiswa.

“Pada abad 20, yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia itu Nami Muhammad atau Sukarno? Tolong dijawab, silakan anak-anak muda, saya hanya mau tahu jawabannya, ayo jawab, tidak ada yang bisa? Saya mau yang cowo-cowo, kan radikalis banyaknya pria,”sambungnya.

Salah satu mahasiswa yang hadir diforum kemudian berdiri. Sukmawati pun segera menanyakan identitas dari mahasiwa yang bakal menjawab pertannya tersebut.

“Saya mahasiswa dari UIN Syarief Hidayatullah Jaksel, Muhammad Takim Maulana. Memang benar pada awal ke 20 pada saat itu yang berjuang Ir Sukarno, nah,”jawawan Takim langsung dipotong oleh Sukmawati.

“Baik, setop. Hanya itu saja yag Ibu mau tau,”tutupnya Sbobet88.

You may also like...