Polisi Incar Bandar Judi Kasino Penanggung Jawab di Apartemen Robinson

Polisi Incar Bandar Judi Kasino Penanggung Jawab di Apartemen Robinson

Posmetro.netPolisi Incar Bandar Judi Kasino Penanggung Jawab di Apartemen Robinson, JAKARTA – Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan, saat ini polisi sedang memburu tujuh orang yang tergabung dalam kelompok judi RBS29 yang bergerak di lantai 29 dan lantai 30 Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakut.

Dari ketujuh orang itu, masing-masing berinisial SN, YS, FD, HN, AY, HS, dan MR. Ada juga inisial, nama RBS29 yang merujuk pada nama apartemen, yakni Robinson dan lantai 29.

“Ada tujung orang yang sudah jadi DPO. Tidak ada ditempat kejadian. Sedang kami buron dan terus diburu,”ucap Argo (9/10/2019).

Argo juga mengatakan, tujuh orang yang berstatus buron ini berperan sebagai penanggung jawab dan penyandang dana operasional kelompok judi itu.

“Mereka bertujuh ini berperan sebagai penanggungjawab dan penyandang dana,”ucap Argo.

Saat ini sudah 91 orang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus perjudian itu dengan rincian 42 orang berperan sebagai penyelenggara dari perjudian dan 49 orang lainnya merupakan pemain judi.

Ada juga, seorang pemain judi yang nekat melompat dari lantai 29 dan sudah dinyatakan tewas.

Kelompok perjudian RBS29 juga menyewa dua lantai apartemen untuk kegiatannya di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara. Dua lantai beroperasi perjudian yakni lantai 29 dan lantai 30 pada gedung tersebut.

Menurut kabar yang diterima perjudian ini baru beroperasi selama tiga hari sebelum akhirnya diungkap oleh polisi pada Minggu (6/10/1019).

Terdapat empat jenis permainan judi yang biasa dimainkan di lantai 29 yakni roullettem baccarat, tashio dan paikiu.

Kendati itu, terdapat pula satu perjudian pada lantai 30, yakni permainan baccarat karena ruangan judi di lantai 30 adalah khusus tamu VIP perjudian yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu dengan nilai taruhan tinggi.

Keuntungan yang bisa diraup perhati juga beromzet mencapai Rp 700 juta. Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 200 juta, mesin ATM, mesin penghitung uang, kalkulator, buku rekening, nota, dan ada seratus telepon genggam.

Saat ini tersangka akan dikenakan Pasal 303 dan atau 303 BIS KUHP mengenai Tindak Pidana Perjudian dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

You may also like...