Yasonna Laoly: Presiden Jokowi Sekarang Lagi Ditekan untuk Sahkan Perpu untuk UU KPK

Yasonna Laoly: Presiden Jokowi Sekarang Lagi Ditekan untuk Sahkan Perpu untuk UU KPK

Posmetro.netYasonna Laoly Presiden Jokowi Sekarang Lagi Ditekan untuk Sahkan Perpu untuk UU KPK, JAKARTA – Eks Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (MENKUMHAM), Yasonna Laoly menilai Presiden Jokowi bawah tekanan untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu), tetapi belum memutuskan belum mengeluarkan Perpu. Ia menilai, mengeluarkan Perpu pada sikap atau tidak sesuai dengan konstitusi.

Ketua PDIP kata dia, Komisi Hukum belum bernomor di Presiden Joko Widodo. Tapi sudah ada tekanan untuk mengeluarkan Perpu segera.

“Ini hukum baru pantatku, karena pers ditekan. Dia menekan hukum pers ramai, “katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (29/9).

Menurut pers presiden untuk mengeluarkan peraturan tidak jelas. Kompas Penelitian Yasonna mengutip survei bahwa masyarakat setuju dengan revisi Komisi Hukum. Secara khusus, ketika Dewan Pengawas disetujui 60 persen.

“Tidak lah, tidak jelas, penyelidikan kompas mengatakan 60 persen,” katanya.

Sebelumnya, Jokowi PDIP mengingatkan Komisi penerbitan peraturan pemerintah. PDIP sekretaris, Bambang Wuryanto, kembali merevisi undang-undang baru harus diadopsi oleh Mahkamah Konstitusi.

“Saya berkata, KONSTITUSIONAL hukum kita menyatakan bahwa hukum Anda tidak setuju, masukkan pengadilan. Ini peradilan, bukan pemukiman, “Bambang mengatakan kompleks Parlemen, Jumat (27/9).

Dia mengundang Presiden Jokowi jadi memiliki pertimbangan untuk penerbitan peraturan. Namun, Bambang mengatakan, rumah juga memiliki otoritas sendiri.

“Presiden Harap memiliki pertimbangan sendiri, berbicara dengan bantuan itu sendiri, para anggota Parlemen memiliki kekuatan sendiri,” katanya

You may also like...