Biadab Seorang Kakek Tua Renggut Perawan Bocah SD Sampai Hamil di Seluma

Biadab Seorang Kakek Tua Renggut Perawan Bocah SD Sampai Hamil di Seluma

Posmetro.netBiadab Seorang Kakek Tua Renggut Perawan Bocah SD Sampai Hamil di Seluma, SELUMA – Seorang kakek tua di Kabupaten Seluma sangat biadab. Kakek tua inisial KR (65) ini diduga merenggut keperawanan bocah yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sampai hamil 2 Bulan.

KR yang saat ini merupakan warga Desa Tanjung Alai Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma ini sudah berulang kali melakukan akses biadab terhadap anak dibawah umur yang merupakan anak dari tetangganya sendiri.

Berdasarkan kabar yang dihimpun POSMETRO.NET, bocah SD kelas 6 itu, sebut saja Bunga (16), pertama kali digagahi pada April 2019 lalu. KR mencabuli Bunga dirumahnya sendiri dan masuk melalui pintu belakang untuk mendekati Bunga. Hanya bermodal uang saku Rp 20 ribu, KR bermodus Bunga untuk berbuat zina.

Menurut keterangan, kelakukan yang dilakukan KR terhadap Bunga itu sebanyak 5 kali.

Saat ini, Bunga dikabarkan sudah mengandung 2 bulan oleh salah satu guru yang mengajar di tempatnya sekolah. Mengetahui korban sedang hamil, pihak guru segera melaporkannya ke orang tua korban, lalu melaporkan insiden tersebut ke Polsek SAM, 25 September 2019.

Baca Juga: Alibi Ajak Mancing Ikan, Petani Di Sulteng Gagahi Anak Tetangga.

“Setelah kepolisian menerima laporan, anggota langsung melakukan penangkapan terduka pelaku, terkait kasus persetubuhan dibawah umur yang dilakukan oleh tetangga korban. Insiden tersebut diketahui oleh ibu guru disekolahnya kalau korban ini sudah hamil,”terang Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana.

Sekarang ini, pelaku masih dalam penyelidikan berserta saksi dan korban. Pelaku saat ini sendiri adalah tetangga korban yang bersebelahan rumah.

“Pelaku ini tetangga korban. Si pelaku melakukan aksinya di saat korban itu sedang sendirian dirumahnya,”terang I Nyoman Mertha.

Atas insiden tersebut, pelaku dikenakan Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 juncto Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016, perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002, dengan hukuman maksimal 15 tahun bui.

You may also like...