Muncul Surat Pencabutan Status WNI Habib Rizieq, FPI: Jangan jadi orang bodoh!

Muncul Surat Pencabutan Status WNI Habib Rizieq, FPI: Jangan jadi orang bodoh!

Posmetro.netBerita Terkini, Jakarta – Sebuah surat online muncul yang meminta status WNI dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab dicabut gempat di salah satu situs. FPI langsung angkat bicara.

Dilihat dari posmetronet Minggu (9/06/2019) pada pukul 12.47 WIB, surat online yang berjudul ‘Cabut Status WNI Habib Rizieq’ yang dibuat 3 pekan lalu itu sudah ditandatangai sebanyak 72.089 pengunjung situs tersebut.

Surat online itu dibuat oleh seseorang yang mengatasnamakan 7inta Putih. Ada juga sejumlah alasan mengapa si pembuat surat online meminta status WNI Habib Rizieq dicabut.

Lalu, bagaimana tanggapan FPI terkait kemunculan dari surat yang dibuat secara online tersebut?

“Siapapun juga bisa untuk membuat surat online, orang yang tidak jelas juga bisa asal buat, orang yang bisa ngetik juga bisa buat dengan main gadget. Bahkan juga anak SD juga bisa,”ucak Sekretaris Umum FPI Munarman, Sabtu (8/6/2019) malam.

Munarman lalu menyebutkan kalimat bahwa surat online atau petisi itu adalah fitnah. Dia juga mengatakan semua orang yang mengerti mahzab pasti memahami posisi Habib Rizieq.

“Itu yang membuat petisi (surat permohonan) jelas-jelas fitnah menyatakan HRS berafiliasi dengan ISI. Semua juga orang tahu dan mengerti tentang mahzab pasti tahu dan paham posisi HRS. Jadi yang buat dan percaya dengan akbar ini orang bodoh yang asal jeplak dan kebodohan itu jadi menular dan merantai melalui media sosial online,”kata Munarman.

Munarman juga menyatakan mencabut kewarganegaraan bukan masalah opini, tapi persoalan hukum. Dia juga menyebutkan bagi orang yang tidak mengerti hukum kewarganegaraan hanya suka menebar kebodohan.

“Perihal cabut kewarganegaraan itu bukan petisi dan online serta bukan juga urusan gorengan opini, tapi itu langsung urusan huku. Jadi yang tidak mengerti hukum kewarganegaraan itu Cuma akan menebar kebodohan. Saat ini memang sedang zaman banyaknya ruwaibidah tampil, makanya saat ini kebodohan jadi merajalela,”tutup Munarman.

You may also like...