Nyinyir Tidak Tepat Sasaran Soal Kemewahan Pernikahan Putri Jokowi, Fahri Hamzah Dibungkam Omongan

Nyinyir Tidak Tepat Sasaran Soal Kemewahan Pernikahan Putri Jokowi, Fahri Hamzah Dibungkam Omongan

Posmetro.netPosmetro Terkini, Dalam acara resepsi pernikahan dari Kahiyang dan juga Bobby setidaknya diperkirakan ada sekitar 4.000 tamu undangan hadir dalam acara tersebut. Tentunya yang namanya segala persiapan telah dilakukan dengan tepat dan terencana oleh pasangan muda ini. Selain itu, beragam rangkaian prosesi seperti misalnya adat mulai dari pemasangan ‘bleketepe’, midodareni, siraman hingga puncaknya ijab kabul dan juga resepsi akan dilalui si empunya hajat yakni keluarga besar Jokowi.

Bukan hanya itu saja, Graha Saba Buana yang merupakan gedung pernikahan milik dari keluarga Jokowi sendiri dipilih menjadi salah satu tempat dalam perhelatan pernikahan Kahiyang, adapun gedung menjadi lokasi yang sama sewaktu menikahkan Gibran Rakabuming, pada 2005 silam.

Soal mengenai jamuan para tamu, kedua mempelai tersebut telah mempercayakan kepada Gibran, sang kakak sulung Kahiyang. Seperti yang diketahui pula, suami dari Selvi Ananda itu memang mempunya usaha ketringan yang memang sudah sejak lama dirintis sejak tahun 2010. Berbagai menu tradisional khas Jawa juga menjadi andalannya.

Tidak lupa, Gibran juga menyiapkan martabak Markobar 16 rasa sekaligus. Selain itu, eratnya hubungan saudara diatara keluarga Jokowi, telah ikut mengantarakan sang kakak Gibran untuk ikut serta dalam mengatur dekorasi serta pembawa acara dalam acara pernihanan adiknya tersebut.

Namun ditengah indahnya kesahajaan dari pernikahan Kahiyang-Bobby, terdapat kritikan pedas dari Wakil Ketua DPR yakni Fahri Hamzah.

Dirinya bukan malah memberikan rasa partisipasnya, dirinya malah menilai pernikahan tersebut terlalu mewah. Hal tersebut berbenturan dengan revolusi mental yang sering kali digadang-gadang oleh Jokowi.

Salah satunya yaitu perihal mengenai pesta pernikahan yang tidak berlebihan dan mewah. Dia ingat betul munculnya surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Adapun Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 tersebut menjelaskan tentang Gerakan Hidup Sederhana. Isi dari SE nomor 13 tahun 2014 tersebut memuat beberapa poin penting, di antaranya mulai 1 Januari 2015, aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara diimbau membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara. Seperti pernikahan, tasyakuran, dan acara sejenis lainnya yang biasanya dengan maksimal hanya 400 undangan, serta adanya pembatasan jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 1.000 orang.

“Cuma itu kan dulu katanya enggak boleh ya ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental atau apa, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang ini ya kayak lebih gitu lho,” terang Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (07/11/2017).

“Saya mohon maaf ya, bukannya saya tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana saja lah,” paparnya.

“Sederhana saja lah, bikin pesta kecil saja di rumah, teman teman. Sekarang kan ada Twitter, ada Vlog, pakai itu saja lah,” ungkapnya secara sinis.

Namun, apa yang telah disampaikan oleh Fahri kali ini tampaknya dirasa tidak tepat sasaran. Mulai itu dari Wapres Jusuf Kalla hingga Ketua DPR Setya Novanto. Mereka malah menilai bahwa tidak ada namanya kemewahan dalam pagelaran pernikahan Kahiyang-Bobby.

Malah, yang ada dalam acara tersebut adalah kesederhanaan yang dirasakan.

“Acaranya itu ya sederhana, tapi yang hadirnya yang banyak. Dekorasi iya biasa saja ya,” ungkap Wapres JK di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (08/11/2017).

Hal yang sama juga diutarakan langsung Novanto. Dirinya menyebut resespsi pernikahan Kahiyang sakral dan sederhana.

“Tidak terlalu mewah, namun lebih dimaknai dengan lebih berkharisma yang sangat baik. Jadi walaupun pernikahan ini merupakan putri satu-satunya, tapi sangatlah sakral dan sederhana dan mempunyai arti yang sangat dalam pastinya,” imbuh Setnov seperti dikutip antara.

Seperti yang disampaikan oleh mantan Menpan RB Yuddy Chrisnandi , bahwa Presiden Jokowo tidak ada yang namanya aturan yang ada sehingga jangan malah dijadikan sebagai komoditas politik, tegas Yuddy menjelaskan.

Selain itu dari pihak Istana juga memberikan pernyataan lewat Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Dalam pengamatannya yang ada, sama sekali tidak ada kemewahan yang berlebihan dari pesta Kahiyang.

“Pernikahan ini benar-benar diadakan di kampung, dan soal mengenai gedungnya juga adalah milik sendiri. Padahal bisa dibilang Presiden mempunyai hak untuk menikahkan anaknya di Istana. Namun beliau tetap tidak mau dan malah mengambil lokasi di Solo dengan cara yang sederhana,” ujar Pramono.

You may also like...