Keluarga Korban Putus Harapan Dengan Nasib 44 Awak Kapal Selam Argentina

Keluarga Korban Putus Harapan Dengan Nasib 44 Awak Kapal Selam Argentina

Posmetro.netPosmetro Dunia, Sepertinya keluarga dari para 44 korban awak kapal selam Argentina yang hilang di Atlantik Selatan telah putus asa terkait dengan hilangnya kapal selam Argentina. Dengan adanya sejumlah upaya penanganan yang lamban ternyata telah membuat para keluarga korban semakin was-was dengan keselamatan jiwa para korban yang ada didalamnya.

Ternyata dibalik itu semua, seperti yang diketahui pula bila cadangan oksigen dari kapal selam ARA San Juan hanya mampu bertahan sampai tujuh hari, atau hingga hari Rabu pagi. Mereka juga berharap agar kapal selam tersebut dapat mengisi kembali pasokan oksigennya dengan munculknya ke permukaan.

Seperti yang diketahui pula bila kapal selam dari ARA San Juan berangkat dari Patagonia menuju Mar del Plata yang ada di Provinsi Buenos Aires pada pekan lalu. Berdasarkan salah satu juru bicara dari Angkatan Laut Kapten Enrique Balbi dalam wawancara tersebut di stasiun televisi, ternyata kapal selam itu sempat ada melakukan kontak radio terakhirnya itu pada Rabu pekan lalu.

Kemudian disebutkan juga anggota keluarga korban yakni Helena Alfaro merupakan salah satu dari sekian banyaknya anggota keluarga yang berkumpul di pangkalan angkatan laut Mar del Plata, di mana dari hasil informasi yang ada pula, kapa selam tersebut awalnya dijadwalkan tiba pada hari Senin, seperti yang telah dilansir dari The Guardian, Kamis (23/11/2017).

“Saya kino seperti sedang menunggu mayat,” ungkap perasaan hati Alfaro yang adalah saudara perempuan Cristian Ibañez, seorang petugas radar di kapal selam yang hilang tersebut.

Selain itu, Alfaro sendiri juga mengeluhkan kepada jaringan berita TN, terkait dengan lamanaya upaya dari tim SAR serta adanya penundaan angkatan laut Argentina dalam memberitahu kepada presiden, Mauricio Macri dimana telah adanya hilang kontak dengan kapal selam tersebut.

Terkait akan kondisi tersebut, pihak Kepala Angkatan Laut memang membenarkan penundaan tersebut. Mereka berdalil dengan mengungkapkan bila protokol militer menyarankan waktu tunggu selama kurang lebih 48 jam sebelum akhirnya harus memulai usaha pencarian kapal selam yang dikabarkan hilang di dalam lautan.

“Saya serasa seperti sedang terbangun, begitulah yang kini saya rasakan untuk sekarang. Saya merasa waktu berlalu begitu cepat dan waktu kini menjadi begitu sangat penting. Saya pastinya sangat sedih dengan keputusan yang diambil. Mengapa begitu ada banyak protokol? Apakah protokol akan bisa membawa mereka kembali sekarang?” ucap Alfaro sambil menanggis menceritakannya.

You may also like...