Terkuak, Uang Suap Yang Diterima Patrialis Akbar Akan Digunakan Untuk Keperluan Umrah

Terkuak, Uang Suap Yang Diterima Patrialis Akbar Akan Digunakan Untuk Keperluan Umrah

Posmetro.netPosmetro Terkini, Pihak Majelis Hakim dari Pengadilan Tipikor sebelummnya telah memvonis bahwa penyuap kepada Hakim Konstitusi Patrialis Akbar, Basuki Hariman, akan mendapat tuntutan hukuman pidana tujuh tahun penjara.

Basuki yang merupakan salah satu dari pemilik CV Sumber Laut Perkasa telah terbukti dalam memberikan uang suap berupa US$ 50 ribu kepada Patrialis untuk kepentingan pribadi atas pengujian materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang perihal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menurut hakim yang menjatuhkan hukuman, dari total hitungan uang tersebut, sudah ada sebanyak US$ 10 ribu yang digunakan oleh Patrialis untuk berangkat umrah ke tanah suci.

“Untuk uang sebesar US$ 10 ribu yang diberikan oleh Kamaludin merupakan biaya umrah dari Patrialis Akbar,” ungkap hakim sebelum membacakan vonis untuk Basuki Hariman, pada Senin (28/08/2017).

Mengulas kembali, Kamaludin sebenarnya merupakan orang terdekat dari Patrialis yang mana meminta kepada Basuki Hariman untuk segera menyiapkan uang sejumlah US$ 20 ribu. Basuki saat itu diketahui menyanggupinya dengan meminta kepada sekretarisnya yakni NG Fenny untuk menyiapkan uang tersebut.

Kemudian pada tanggal 23 Desember 2016 yang lalu, Patrialis Akbar sempat menghubungi Kamaludin dan menanyakan permintaan uang tersebut. Kamaludin akhirnya menjawab belum ada kabar lebih lanjut dari NG Fenny maupun Basuki Hariman.

Berselang beberapa waktu, akhirnya pemberian uang tersebut dilakukan oleh staf keuangan CV Sumber Laut Perkasa kepada NG Fenny yang akhirnya diserahkan kepada Kamaludin sebesar US$ 20 ribu di Plaza Buaran.

“Jadi tepatnya pada pukul 19.30 WIB, setengah dari uang tersebut yakni US$ 10 ribu akan diberikan oleh Kamaludin kepada Patrialis Akbar di Cipinang, Jakarta Timur,” ucap hakim menerangkan kembali.

Terkait akan hal tersebut, kini Patrialis telah dituntut hukuman pidana 12 tahun enam bulan penjara dan kemudian denda Rp 500 juta atau subsider enam bulan kurungan atas kasus dugaan suap uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstisusi.

Didalam kasus tuntutan tersebut, pihak jaksa menilai bila perbuatan dari Patrialis tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Untuk Jaksa Lie sendiri melanjutkan, bila perbuatan dari Patrialis juga telah merusak kepercayaan dari masyarakat terhadap lembaga Mahkamah Konstitusi.

Dan lebih jauh, jaksa sendiri menilai Patrialis dalam persidangan kerap selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan sewaktu di persidangan. Meskipundemikian, terdakwa dianggap telah sopan dalam persidangan dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Berdasarkan penuturan dari Lie Putra, Patrialis sendiri terbukti menerima uang US$ 70 ribu dan janji Rp 2 miliar dari Basuki Hariman yang merupakan pemilik dari PT Impexindo Pratama, PT Cahaya Timur Utama, PT Cahaya Sakti Utama dan CV Sumber Laut Perkasa dan NG Fenny melalui Kamaludin.

Namun dalam persidangan tersebut masih belum menjatuhkan putusan terhadap Patrialis. Dua terdakwa penyuap Patrialis lebih dulu divonis oleh majelis hakim.

You may also like...