Mau Tampil Stylist, Jangan Catok Rambut Sewaktu Basah

Mau Tampil Stylist, Jangan Catok Rambut Sewaktu Basah

Posmetro.netPosmetro Lifestyle, Umumnya setelah melakukan keramas serta memberikannya perawatan, banyak orang yang berpikir apabila dengan menata rambut mereka seperti misalnya meluruskan atau mengeritingnya maka tampilan akan terlihat jauh lebih baik dimana menggunakan alat yang bersuhu tinggi.

Walaupun hasilnya dapat cepat terlihat, tetapi dengan cara memanaskan rambut dalam keadaan yang basah ternyata dapat sangat berbahaya. dimana rambut akan jauh lebih mudah mengalami kerusakan.

Patricia Lauretta Viola yang merupakan National Education Manager Matrix Indonesia mengatakan apabila menata rambut dengan alat yang bersuhu tinggi dapat merusak kutikula rambut. Apalagi kerusakan tersebut dapat lebih cepat terjadi jika dilakukan dalam kondisi rambut basah.

“Rambut basah lebih cenderung rapuh sehingga ada baikknya tidak langsung di-styling dengan menggunakan suhu tinggi,” ungkapnya sewaktu di Hair Show Matrix, pada beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dan rata-rata suhu alat styling untuk bisa melurus rambut berkisar diantara 185-230 derajat celcius. Sementara untuk pengeriting yakni sekitar 95-200 derajat celcius. Suhu ini ternyata jauh lebih panas daripada suhu air yang sedang mendidih.

Rambut yang sedang basah artinya memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Apabila terus dipanaskan dengan suhu tersebut, maka air dapat mendidih dan merusak bagian dari rambut.

Air yang diketahui mendidih akan berubah menjadi gas. kemudian akan ada efek memuai saat air berubah bentuk. Artinya ada efek ledak yang terjadi di rambut yang dapat memecah bagian-bagian rambut seperti kutikula, korteks, hingga medula.

Nah hasilnya adalah rambut menjadi kering dan mudah patah. Sementara apabila rambut menjadi kering, maka efek ledak ini dapat dikurangi. Apalagi bila Anda menggunakan produk pelindung rambut sebelumnya.

 

You may also like...