Mantan Tentara Filipina Tewas Dengan Kepala Terpenggal Oleh Kelompok Militan Abu Sayyaf

Mantan Tentara Filipina Tewas Dengan Kepala Terpenggal Oleh Kelompok Militan Abu Sayyaf

Posmetro.netPosmetro Terkini, Salah seorang mantan tentara Filipina yang bernama Julio Pasawa menjadi salah satu korban kelompok militan dari Abu Sayyaf di Basilan, yang merupakan sebuah provinsi di Kepulauan Mindanao yang berpenduduk mayoritas Muslim. Mirisnya untuk jasad pria yang berusia 62 tahun itu ditemukan dalam kondisi kepala terpenggal.

Sebuah stasiun radio lokal, melaporkan pada Rabu (23/08/2017), bahwa Julio Pasawa yang adalah mantan perwira di Angkatan Darat Filipina dan juga seorang mualaf, dinyatakan telah diculik dari desanya di Kota Maluso pada Senin, 21 Agustus 2017. Ketika ditemukan pada Selasa, 22 Agustus 2017 pagi, kondisinya sungguh menggenaskan yang mana badan sudah terbakar dan terpenggal.

Dalam insiden pada Senin yang lalu, ada sembilan orang termasuk seorang anak berusia 13 tahun yang tewas. Sejumlah rumah juga dibakar setelah adanya kelompok Abu Sayyaf yang melakukan aksi serang desa di Maluso tersebut.

Ini merupakan kedua kalinya desa tersebut diserang langsung oleh kelompok Abu Sayyaf sejak tahun 2010.

Setidaknya ada lebih dari 20 orang, termasuk 14 orang asing, yang mana ditahan oleh Abu Sayyaf di dua pulau yang berada di Filipina Selatan. Beberapa di antaranya bahkan ada yang ditahan hingga tiga tahun.

“Pasukan Filipina telah menggerebek sebuah kamp militan di sebuah pulau terpencil dan menyelamatkan seorang pelaut Vietnam yang mana telah ditahan selama sembilan bulan,” ucap seorang jubir Angkatan Laut, pada Senin.

“Trung Huige ditinggalkan ketika tentara menyerang sebuah kamp Abu Sayyaf di Pulau Mataja pada Sabtu,” ucap Jesida May Viduya selaku juru bicara dari pasukan angkatan laut Mindanao.

Hingga saat ini, dua pelaut Vietnam masih ditahan, dan dua orang lainnya telah dilaporkan dipenggal kepalanya dan satu lagi berhasil diselamatkan.

Di Pulau Jolo yang berada di dekatnya, ada dua pelaut Vietnam termasuk di antaranya 19 tahanan yang masih ditahan dalam aksi penculikan terpisah.

Seperti yang diketahui bila kelompok Abu Sayyaf terkenal karena pengeboman, pemenggalan, pemerasan serta penculikan untuk tebusan di selatan negara Katolik Roma tersebut.

Salah satu pemimpinnya yakni Isnilon Hapilon, disebut sebagai dalang atas didudukinya sebuah kota muslim yang ada di selatan Filipina.

Sudah ada lebih dari 700 orang yang terbunuh dan 400 ribu warga lainnya mengungsi akibat pertempuran selama tiga bulan dalam memperebutkan kembali Kota Marawi, yang mana masih berlangsung hingga hari ini.

You may also like...