Korut Luncurkan Pelepasan Rudal, Korsel Sikapi Dengan Jatuhkan Bom di Perbatasan

Korut Luncurkan Pelepasan Rudal, Korsel Sikapi Dengan Jatuhkan Bom di Perbatasan

Posmetro.net Posmetro Dunia, Sejauh ini Seoul telah menerapkan siaga penuh atas adalnya penyusulan dari peluncuran rudal Korea Utara, pada Selasa (29/08/2017). Dengan adanya misil balistik tersebut telah melewati langit Hokkaido, Jepang dan jatuh tepat ke perairan Samudra Pasifik.

Menaggapi hal tersebut kini Presiden Moon Jae-in juga telah memerintahkan secara tegas agar para militer Korea Selatan bersiap untuk menghadapi provokasi yang terjadi di Pyongyang.

Bukan hanya bersiap diri, Presiden Moon Jae-in juga memerintahkan militernya untuk unjuk gigi dengan kemampuan mereka yang dinilai dapat membumihanguskan Korut, apabila Pyongyang nantinya nekat untuk menyerang Korsel. Hal tersebut juga telah disampaikan lewat pernyataan dari kantor kepresidenan Cheong Wa Dae, atau nama lain dari Blue House– tempat resmi dari kediaman Presiden Moon.

Pejabat dari Cheong Wa Dae telah menambahkan, bila perintah tersebut dikeluarkan beberapa jam setelah Pyongyang meluncurkan rudal balistik jarak menengah yang terbang di atas negara Jepang, ungkap pejabat Cheong Wa Dae, seperti yang dikutip pada Selasa (29/08/2017)

Lalu, apa gerangan perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Moon Jae-in?

Sang presiden juga meminta agar militer menunjukan kebolehan mereka dengan menjatuhkan delapan bom Mark 84 atau MK84 dekat perbatasan antar dua Korea di Taebaek.

Sekretaris dari pers Presiden Moon yakni Yoon Young-chan mengatakan bila bom dijatuhkan oleh empat jet tempur F15K.

Terkait akan hal tersebut, Dewan Keamanan Nasional Korsel (NSC) juga mengadakan pertemuan darurat menyusul dengan adanya peluncuran rudal Korea Utara, yang dilakukan sesaat sebelum pukul 06.00 waktu Jepang.

“NSC juga mengecam Korea Utara yang telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan cara meluncurkan rudal balistik, meskipun sebelumnya telah menerima peringatan keras untuk tidak melakukannya,” ucap Yoon dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan.

Sesuai dengan percakapan telepon yang berlangsung tak lama setelah provokasi rudal Korea Utara terbaru, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha dan koleganya dari AS, Rex Tillerson telah sepakat untuk meminta tambahan sanksi untuk Korut ke Dewan Keamanan PBB.

Melihat hal tersebut, pejabat Cheong Wa Dae juga mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menggunakan kemampuan pertahanan “strategis” ke Korea Selatan tanpa merinci apa yang mungkin termasuk di dalamnya.

Seperti yang diketahui Korea telah menembakkan rudal pada pukul 05.58 waktu setempat sebelum akhirnya pecah menjadi tiga bagian yang akhirnya mendarat sekitar 730 mil di lepas pantai Tanjung Erimo, Hokkaido, pada pukul 06.12, Selasa 29 Agustus 2017.

Selain itu rudal teranyar yang diluncurkan oleh Korut telah lepas landas dari dekat Pyongyang dan terbang ke arah timur. “Rudal tersebut diketahui terbang setinggi 1.677 mil dan berada pada ketinggian 341 mil sebelum akhirnya mendarat di laut,” demikian ungkap pihak militer Korsel.

Hal ini merupakan kali kedua dalam empat hari terakhir Korut dalam meluncurkan rudal. Kemudian pada Sabtu 26 Agustus lalu, negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu diketahui menembakkan tiga rudal jarak pendek.

You may also like...