Korea Utara Terapkan Larangan kebijakan Warga Negara AS Kunjungi Negaranya per 1 September 2017

Korea Utara Terapkan Larang kebijakan Warga Negara AS Kunjungi Negaranya per 1 September 2017

Posmetro.net – Posmetro Terkini, Untuk saat ini adapun larangan perjalanan oleh para seluruh pemegang paspor Amerika Serikat ke Korea Utara akan mulai diberlakukan pada Jumat 1 September 2017 dan kini warga Amerika yang ada di Korut harus secepatnya untuk meninggalkan negara tersebut sebelum tanggal tersebut. Demikian pengumuman yang dirilis secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri AS pada Rabu waktu setempat.

Seperti ya gdikutip dari infomrasi pada Kamis (03/08/2017), Kemlu AS mengatakan kepada wartawan dan juga pekerja kemanusiaan agar dapat segera mengajukan pengecualian atas larangan tersebut.

Untukl Washington, bulan lalu mengatakan akan juga mengeluarkan larangan atas warga AS yang bepergian ke Korut dengan alasan risiko “penahanan jangka panjang” yang mana saat ini memang diketahui oleh pimpinan Kim Jong-un tersebut. Larangan AS muncul di tengah adanya polemik ketegangan yang meningkat antara kedua belah negara menyusul dengan adanya rangkaian uji coba rudal Korut.

Korut tentunya akan menjadi satu-satunya negara di mana warga AS dilarang untuk bepergian kenegara tersebut.

Untuk larangan perjalanan yang diterapkan AS berkaitan dengan adanya kematian dari mahasiswa asal Negeri Paman Sam, yakni Otto Warmbier.

Kejadian yang telah menimpa Warmbier memang cukup tragis, hal tersebut berawal saat ia mendaftar untuk melakukan perjalanan ke Korut pada musim semi 2016, bersama dengan kelompok wisata Young Pioneer Tours. Dirinya dijadwalkan menghabiskan lima hari di sana, lalu kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Beijing.

Namun, ketika Warmbier hendak akan pergi ke Beijing dari Bandara Pyongyang, dirinya pun langsung diberhentikan oleh petugas keamanan. Menurut pemerintah Korut, Warmbier ditahan karena telah mencuri pamflet politik dari hotel tempay dirinya menginap.

Selain itu dirinya mengakui perbuatannya dan memohon pengampunan serta pembebasan. Namun, Pyongyang tidak bergeming dan menjatuhkan hukuman 15 tahun kerja paksa.

Otto Warmbier akhirnya harus meninggal kurang dari seminggu setelah dibebaskan oleh Korut dalam kondisi koma.

Korea Utara yang melalui media negaranya mengatakan bahwa adapun kematian Warmbier adalah “sebuah misteri”. Mereka menampik tuduhan bahwa meninggalnya Otto akibat penyiksaan dan pemukulan di tahanan.

Pembatasan larangan bepergian ke Korut akan berlaku selama satu tahun kedepan, kecuali diperpanjang atau dicabut oleh Kementerian Luar Negeri As.

Korut saat ini juga tengah masih menahan dua akademisi dan seorang misionaris AS, seorang pastor Kanada, dan kemudian tiga misionaris asal Korea Selatan. Jepang melaporkan, Korut juga menahan sejumlah warganya.

You may also like...