Keluarga Dari korban Yang Dibakar Hidup-Hidup di Bekasi Akhirnya Dapat Santunan Seumur Hidup Oleh Bupati

Keluarga Dari korban Yang Dibakar Hidup-Hidup di Bekasi Akhirnya Dapat Santunan Seumur Hidup Oleh Bupati

Posmetro.netPosmetro Terkini, Nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang selalu datang belakangan. Hingga saat ini berbagai ucapan belasungkawa terus saja datang mengalir kepada Siti Jubaida (25 tahun), yang merupakan istri dari M Alzahra alias Joya (35 tahun).

Joya sendiri adalah pria yang dibakar secara hidup-hidup di Bekasi lantaran dituding telah melakukan pencurian atas alat pengeras suara di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Bukan hanya datang dari warga dan organisasi kemasyarakatan saja, belasungkawa ternyata juga disampaikan langsung oleh Bupati Purwakarta yakni Dedi Mulyadi dan juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Senin (07/08/207), Dedi mengatakan bahwa pihak mereka tiba di kediaman Siti Jubaida sekitar pukul 09.00 WIB. Dirinya disambut langsung oleh istri, anak, dan juga ayah korban.

“Tidak begitu lama saya tiba, lalu kemudian Pak Menteri Lukman juga turut menyambangi kediaman dari keluarga koban. Tujuannya adalah untuk mengucapkan belasungkawa,” ungkap Dedi ketika dikonfirmasi, pada Senin (07/08/2017).

Selain menyampaikan belasungkawa, ternyata kedua tokoh tersebut juga ikut menitipkan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. memang pilu benar nasih Siti Jubaidah yang mana telah ditinggal pergi oleh suaminya dengan kondisi istri yang tengah hamil 7 bulan dan seorang putra kecil yang berusia 4 tahun.

“Selama ini mereka itu tinggal di kontrakan,” ungkap Dedi.

Dedi kini diketahui memberikan bantuan kebutuhan hidup untuk setiap bulannya selama seumur hidup. Jumlahnya tersebut telah disesuaikan dengan penghasilan mendiang suaminya. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu modal usaha sampai dengan mandiri dalam pengelolaannya.

“Dari Pak Menteri nantinya akan membantu biaya pendidikan dari anak sulung korban selama empat tahun kedepan,” ungkap Dedi.

Joya diketahui meninggal dunia setelah diamuk masa dengan cara dikeroyok dan dibakar massa di kawasan Pasar Muara, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 1 Agustus 2017. Pria yang berusia 30 tahun tersebut dituduh telah melakukan pencurian amplifier atau pengeras suara di Musala Al Hidayah, Babelan, Bekasi.

Untuk sekarang ini pihak satuan Polrestro Bekasi telah langsung bekerja cepat. Dari informasi yang ada Kapolres Bekasi Kombes Asep Adi Saputra menyebutkan, dengan adanya peristiwa aksi main hakim sendiri sebenarnya adalah tidak dibenarkan di negara hukum seperti Indonesia. Apalagi hingga harus menimbulkan korban jiwa.

Setidaknya kini polisi telah memeriksa 10 saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut dengan jelas. Berdasarkan keterangan mereka, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. Hingga akhirnya, dua orang kini ditetapkan sebagai tersangka atas aksi pengeroyokan.

“Sudah ada itu ditetapkan dua tersangka, inisial SU dan NA,” ungkap Asep Adi Saputra kepada awak media wartawan, pada Minggu (06/08/2017) malam.

Akan tetapi, Asep belum begitu mau untuk merinci apa saja peran kedua tersangka tersebut dalam pengeroyokan Joya. Dirinya tidak banyak berkomentar mengenai adanya kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah ataupun tidak.

Sesuai rencana yang ada pengungkapan kasus tersebut akan dibeberkan kepada Polres Bekasi kepada publik pada hari ini, Senin (07/08/2017).

“Mungkin sore ya perilisannya,” terang dia.

You may also like...