Bakar Umbul -Umbul Merah Putih, 1 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka di Bogor

Bakar Umbul -Umbul Merah Putih, 1 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka di Bogor

Posmetro.netPosmetro Terkini, Bekerja dengan cepat, pihak polres Bogor telah menetapkan satu orang sebagai tersangka atas kasus pembakaran dari umbul-umbul Merah Putih yang berada di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pihak kapolres Bogor yakni AKBP Andi M Dicki mengatakan, bahwa pihaknya telah memeriksa 29 orang, termasuk diantaranya 23 orang di antaranya sebagai pengurus, pengajar, satpam, serta staf di pesantren tersebut.

Dan kemudian dari 29 orang yang diperiksa, satu di antaranya berinisial MS yang mana saat ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka saat ini sudah ditahan,” ungkap Dicki di Mapolres Bogor, pada Jumat (18/08/2017).

Dicki juga menjelaskan, bila MS merupakan pengajar di salah satu Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud. Pria yakng berusia 24 tahun ini diduga dengan sengaja membakar umbul-umbul Merah Putih yang mana dipasang oleh warga. Hal ini dilakukan atasdasar kebencian terhadap NKRI.

“Ya benar dirinya anti NKRI. Yang bersangkutan sewaktu melihat umbul-umbul itu sebagai representasi negara yang kemudian dijadikan sasaran pelampiasan,” ungkap dia.

Akibat perbuatannya tersebut maka MS dijerat Pasal 66 jo Pasal 24 huruf a UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dan atau Pasal 406 KUHP dan atau 187 KUHP.

Terkait akan hal tersebut, Seorang dari Pesantren Ibnu Masud diketahui membakar umbul-umbul Merah Putih pada Kamis dini hari, pada 17 Agustus 2017.

Pembakaran tersebut pun akhirnya mendapat reaksi keras dari para warga. Warga yang saat itu marah kemudian menyerbu asrama pesantren yang dihuni sekitar 250 santri tersebut.

Warga dan juga pengurus yayasan pesantren pun akhirnya terlibat cekcok mulut. Situasi semakin kian memanas dan mencekam karena ada warga dari berbagai desa di Kecamatan Tamansari terus berdatangan ke pesantren tersebut.

Konsentrasi massa pun akhirnya terpecah dan terus berlangsung hingga Kamis siang. Warga terus saja mendatangi Pesantren Ibnu Mas’ud Pesantren Ibnu Masud. Kepolisian yang saat itu tiba di lokasi langsung membubarkan warga, untuk mencegah terjadinya kericuhan.

You may also like...