Ancaman Serius, Kim Jong Un Terus Memantau AS Sebelum Lancarakan Aksi Serangan Rudal ke Guam

Ancaman Serius, Kim Jong Un Terus Memantau AS Sebelum Lancarakan Aksi Serangan Rudal ke Guam

Posmetro.netPosmetro Terkini, Saat ini pemimpin Korea Utara yakni Kim Jong-un telah memberikan penjelasan singkat mengenai soal rencananya untuk menembakkan misil ke wilayah Guam. Namun menurut pihak laporan media Korut, untuk sekarang ini Kim akan tetap melakukan pengawasan terhadap segala tindakan Amerika Serikat sebelum akhirnya nanti memutuskan dalam melancarkan serangannya.

Dari laporan tersebut juga diungkapkan, bila komandan pasukan strategis Korea Utara masih terus menunggu perintah dari pusat setelah sebelummnya pihak mereka membulatkan persiapan untuk menembakkan misil ke Guam.

“Amerika Serikat akan menjadi pihak pertama yang membawa banyak peralatan nuklir strategis di dekat kita, pertama-tama haruslah membuat keputusan tepat dan memperlihatkan melalui tindakan apabila mereka ingin melakukan pngurangan ketegangan yang ada di Semenanjung Korea dan mencegah terjadinya bentrokan atas militer berbahaya,” ungkap laporan media Korut seperti dilangsir dari laman berita, pada Selasa (15/08/2017).

Kim Jong-un sendiri juga telah memerintahkan pasukannya agar mempersiapkan diri dalam meluncurkan misil apabila dirinya membuat keputusan atas aksi tersebut.

Tentunya langkah tersebut merupakan kelanjutan dari rencana Korea Utara untuk menembakkan empat misil ke laut yang berada di sekitar Guam yang diumumkan pekan lalu. Dan pulau di Samudra Pasifik itu merupakan tempat di mana pesawat pembom AS sering berada.

Sebelumnya, pihak Menteri Pertahanan AS yakni James Mattis telah memperingatkan bahwa serangan apa pun yang mungkin akan dilakukan oleh Korea Utara cepat atau lambat dapat mengeskalasi terjadinya perang. Selain itu Ia mengatakan, militer AS akan mempertahankan negara mereka dari segala serangan.

Terkait akan hal tersebut Korea Selatan yang merupakan negara tetangga Korea Utara, telah mendesak AS dalam mencari solusi diplomatik terhadap krisis tersebut. Presiden Moon Jae-in juga mengatakan kepada Jenderal Jospeh Dunford bahwa prioritas utama langsung dari Korea Selatan atas kepentingan nasionalnya adalah perdamaian.

Moon juga mendesak pihak Korea Utara untuk menghentikan semua provokasi dan retorika yang mengakibatkan adanya permusuhan.

Dalam dekade waktu yang panjang, Korea Utara telah melakukan uji coba atas serangkaian peralatan nuklirnya lima kali. Hal itu dimuali pada bulan Juli 2017, dimana negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu meluncurkan dua rudal balistik antarbenua yang mereka klaim mampu mencapai daratan AS.

Selain itu Korut juga melaporkan bahwa negaranya kini telah berhasil membuat hulu ledak nuklir yang cukup kecil untuk bisa dipasang di dalam rudal. Meski kebenarannya belum dikonfirmasi hingga saat ini , setidaknya hal tersebut sudah dipandang sebagai salah satu hambatan terakhir Korea Utara menjadi negara dengan senjata nuklir lengkap.

You may also like...