Aksi Pembakaran Pria di Bekasi Secara Hidup-Hidup, Polisi Minta Keluarga Korban Segera Buat Laporan

Aksi Pembakaran Pria di Bekasi Secara Hidup-Hidup, Polisi Minta Keluarga Korban Segera Buat Laporan

Posmetro.net Posmetro Terkini, Miris apabila aksi anarkis terjadi tanpa adanya pihak yang membela. Sama halnya yang terjadi kepada seorang pria yang bernama M Alzahra atau Joya (30) di Pasar Muara, Kabupaten Bekasi, Selasa 1 Agustus 2017 lalu.

Seperti yang diketahui pria tersebut akhirnya menjadi bulan-bulanan warga yang mengamuk dan akhirnya membakar secara hidup-hidup pria tersebut. Dalam aksi tersebut ternyata tidak ada yang mencoba untuk membantu sama sekali terkait apakah memang benar pria tersebut melakukan pencurian ataupun tidak.

Yang menjadi perhatian, tentunya harus ada yang bisa menahan diri dan menyerahkan segalanya kepada pihak parat yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
Terkait akan hal tersebut, kini pihak kepolisian telah menyarankan agar pihak keluarga korban segera membuat laporan terkait dengan peritiswa tersebut.
Sehingga untuk penyidikan dapat segera diproses dan pihak kepolisian juga memiliki alasan yang kuat dalam mengungkapkan kasus tersebut.

“Bila ada laporan akan lebih bagus lagi. Jadi kan ada korbannya. Kalau tidak ada pelapornya, dasar polisi dalam melakukan pemeriksaan gimana. Akan jauh lebih bagus seperti itu,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dikonfirmasi di Jakarta, pada Sabtu (05/08/2017).

Untuk saat ini polisi masih mengejar para pelaku atas aksi pembakaran. Dengan adanya aksi main hakim sendiri itu tidak dibenarkan dan para pelaku tentunya dapat terjerat pidana atas ulahnya tersebut.

“Makanya kita perlu melakukan penyelidikan dulu. Polres Bekasi tengah mendalami kasus tersebut,” ucap Argo.

Penyidik Polres Bekasi kini mulai menemukan titik terang atas kasus pengeroyokan dan pembakaran terhadap M Alzahra atau Joya (30) di Pasar Muara, Kabupaten Bekasi, Selasa 1 Agustus 2017 lalu. Beberapa terduga pelaku telah teridentifikasi.

Kapolres Bekasi Kombes yakni Asep Adi Saputra mengatakan bila pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi, termasuk istri Joya. Namun hingga saat ini masih belum ada satu pun orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan pria yang dituding melakukan pencurian amplifier musala tersebut.

“Kita akan tangani peristiwa pembakaran ini, istri korban sendiri sudah kita periksa, dan saksi warga yang mengetahui sudah kami periksa juga,” ungkap Asep, di Jakarta, pada Jumat (04/08/2017).

Asep juga menambahkan bila dari keterangan sejumlah saksi, polisi telah mengidentifikasi beberapa orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan aksi pembakaran hidup-hidup tersebut. Namun pihaknya tidak akan membeberkan jumlah dan inisial terduga pelaku pembakaran tersebut.

You may also like...