Merasa Tidak Mengancam, Hary Tanoe Minta Pembatalan Status Tersangkanya Atas Aksi Teror SMS Kepada Jaksa Yulianto

Merasa Tidak Mengancam, Hary Tanoe Minta Pembatalan Status Tersangkanya Atas Aksi Teror SMS Kepada Jaksa Yulianto

Posmetro.net – Posmetro Terkini, Memasuki Masa praperadilan, kini Hary Tanoesoedibjo meminta agar status tersangkanya terkait kasus dugaan SMS ancaman kepada jaksa Yulianto segera dibatalkan. Melalui pihak pengacaranya, dirinya menegaskan bahwa isi SMS yang sebelumnya dikirimkan ke jaksa Yulianto bukanlah suatu pernyataan ancaman.

“Saat ini kami telah mempelajari konten SMS ataupun WhatsApp yang dikirimkan ke jaksa Yulianto. Dari hasil pengamatan, kami berpendapat bahwa tidak ada konten yang menunjukan bahwa adanya unsur ancaman,” tegas Munatsir Mustaman selaku kuasa hukum dari Hary Tanoe, pada sidang praperadilan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada Senin (10/07/2017).

Menurut pendapat dari Munatsir, Pasal 29 UU ITE yang mengatur mengenai kejelasan ancaman. Namun setelah kami pelajari lebih detail, isi dari SMS tersebut hanya berkonten umum dan kemudian berupa visi misi dari Hary untuk dapat terjun ke dunia politik.

“Karena seperti yang kita ketahui bahwa Pasal 29 UU ITE yang dilaporkan tersebut haruslah jelas secara keseluruhannya termasuk itu ancaman yang dilaporkan. Tapi setelah dianalisis di dalam konten SMS atau WhatsApp tersebut tidak ada satu pun ancaman berarti yang ditujukan kepada Yulianto. Jadi SMS tersebut bersifat umum dimana pada pernyataan yang dimaksud adalah berupa alasan visi misi daripada pemohon mengapa dirinya terjun ke dunia politik,” ucap Munatsir.

Terkait diluar itu kasus dari Hary Tanoe sendiri sebenarnya berawal dari laporan jaksa Yulianto kepada pihak Bareskrim Polri. Saat itu Yulianto merasa terancam dan kemudian melakukan pengaduan atas SMS yang dikirmkan oleh Hary Tanoe sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 5, 7 serta 9 Januari 2016. Berikut ini bunyi pernyataan SMS yang dikirimkan oleh dari Hary Tanoe:

“Mas Yulianto kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power. Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju,” begitulah serangkaian isi pesan yang diterima oleh jaksa Yulianto ketika itu melalui SMS.

You may also like...