Mari Simak Efek Buruk Dibalik Nikmatnya Mi Instan Penyebab Risiko Kematian

Mari Simak Efek Buruk Dibalik Nikmatnya Mie Instan Penyebab Risiko Kematian

Posmetro.net Posmetro Sehat, Makanan cepat saji yang sering diburu oleh setiap orang di market tentunya merupakan mi instan. Rasa yang enak dan gampang dibuat ini selalu menjadi salah satu makanan penunda lapar yang sering dikonsumsi oleh banyak orang.

Namun taukah kamu bahwa dibalik kelezatan mi instan selalu menuai banyak kontroversial pada sebagian masyarakat. Walaupun enak, sayangnya berbagai ancaman buruk selalu mengintai dari mengkonsumsi mi instant.

Perlu diketahui bila efek buruk dari mi instan bukan berarti dapat langsung hilang begitu saja walaupun sudah dimasak bersama sumber serat dan protein lainya. Untuk mengkonsumsi mi instan masih diperbolehkan seminggu sekali, namun faedahnya akan berubah apabila terus menerus dikonsumsi, selain tidak sehat berbagai ancaman penyakit juga bisa muncul.

Didalam kalori sebungkus mi instan memang relatif rendah, nilai kandungan gizi hanya 142 kalori per 100 gram. Namun, dalam proses pembuatan mi instan serta bumbu yang digunakan untuk menambah kenikmatan, mengandung garam dan bahan-bahan lain yang tidak baik bagi tubuh kita.

Umumnya mi instan dapat disimpan selama berbulan-bulang pada rak dapur Anda mungkin, hal ini dikarenakan adanya kandungan Butylated hydroxyanisole (BHA) dan juga t-butylhydroquinone (TBHQ), berupa bahan kimia yang bersifat karsinogenik yang seringkali digunakan sebagai bahan pengawet.

Mi instan ternyata dapat memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, sehingga memaksanya untuk memecah mi yang sudah kita santap. Hal ini rupanya dapat mengganggu keseimbangan kadar gula darah, dan akan ada pelepasan insulin apabila dicerna terlalu cepat. Tidak heran bila dengan memakan mi instan dapat berisiko terserang penyakit diabetes.

Nah Bbelum lagi kandungan garam yang relatif tinggi pada setiap racikan bumbunya, yang sudah jelas dampaknya sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh. Pada sebuah penelitian yang diterbitkan di dalam American Journal of Hypertension tahun 2014, dengan mengkonsumsi natrium yang terlalu besar disebut sebagai salah satu faktor utama kematian seseorang pada 23 studi kasus. Kelebihan natrium dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang padaakhirnya akan berdampak pada penyakit jantung.

 

You may also like...