Trump Mengecam , Mahasiswa AS Yang Ditahan Korut dan Sempat Koma Akhirnya Meninggal Dunia

Trump Mengecam Korut, Mahasiswa AS Yang Ditahan dan Sempat Koma Akhirnya Meninggal Dunia

Posmetro.netPosmetro Terkini, Salah seorang mahasiswa asal Amerika yang ditahan sebelumnya oleh Korea Utara selama 17 bulan di tahanan Korea Utara yakni Otto Warmbier pada akhirnya meninggal dunia pada 19 Juni 2017 sore di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.

Otto Warmbier merupakan salah satu tahanan dari Korea Utara setelah sebelummnya dirinya mendaftar untuk melakukan perjalanan ke Korea Utara pada musim semi 2016, kala itu dirinya ikut tergabung dengan kelompok wisata Young Pioneer Tours, dan saat itu dirinya telah dijadwalkan akan hanya menghabiskan waktunya 5 hari disana dan kemudian dilanjutkan ke Beijing.

Namun naas saat dirinya akan meneruskan perjalannya dari bandara Pyongyang menuju Beijing dirinya diberhentikan oleh petugas keamanan dan kemudian dibawa untuk diinvestigasi. Warmbier ditahan karena kedapatan telah mencuri salah satu pamflet politik dari lantai yang terlarang dari hotel.

Saat itu dirinya mengakui kesalahanya dan memohon pengampunan atas pembebasannya, namun hal tersebut tidak digubrish oleh pihak Korut. Akhirnya dirinya harus dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa atas dugaan kejahatan.

Ketika Warmbier berada di tahanan, Pemerintah As telah mengupayakan jalan untuk pembebasannya namun terus saja mengalami kegagalan, dan menurut seorang penjabat senior departemen Luar Negeri, setelah diberitahu akan kasus tersebut, Trump akhirnya turun tangan dan mengambil tindakan kebijakan dengan mengarahkan Tillerson untuk menjamin sandera Amerika yang ada di Korut.

Melalui salah satu perwakilan khusus Departemen Luar Negeri AS Joseph Yun, akhirnya Yun pergi ke Korut dan melihat kondisi yang memprihatinkan dari Warmbier karena telah mengalami koma. Dari sana Yun terus mendesak pemerintah Korut untuk membebaskan Warmbier atas dasar kemanusian, dan pada akhirnya keesokan harinya Warmbier dipulangkan dengan menggunakan pesawat medis.

Terkait diluar itu semua, setelah kepulangan dari Warmbier kembali ke AS dalam keadaan koma dan dilakukan perawatan, nyawa Warmbier ternyata tidak bisa diselamatkan karena menurut dokter Warmbier kondisinya sudah tidak responsif dan menduga Warmbier telah mengalami kerusakan otak yang signifikan selama berada di tahanan Korea Utara.

“Ini merupakan tugas yang menyedihkan, kami melaporkan bahwa anak kami yaitu Otto Warmbier, telah menyelesaikan perjalanannya ‘pulang’. Dan kini dikelilingi oleh keluarga tercinta, Otto meninggal hari ini pukul 14.20,” ungkap keluarga Warmbier.

Menurut Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang membantu mendorong pembebasan Warmbier, mengungkapkan Amerika Serikat meminta pertanggung jawaban Korea Utara atas pemenjaraan pemuda berusia 22 tahun itu yang mana dinilai tidak adil.

Sedangkan pihak Pemerintah Korea Utara hanya mengatakan, Warmbier mengalami koma setelah mengalami kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh racun yang telah dihasilkan bakteri Clostridium botulinum.

Namun berbeda pendapat dari dokter AS yang mengatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya bukti adanya penyakit itu di tubuhnya Warmbier.

“Mari kita nyatakan fakta dengan jelas: Otto Warmbier, seorang warga negara Amerika, dibunuh oleh rezim Kim Jong Un,” tegas Senator AS yakni John McCain.

Sementara diluar itu, Donald Trump yang merupakan Presiden AS juga ikut mengutuk dan mengecam rezim kebrutalan dari Korut dan ikut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga Warmbier.

 

You may also like...