Kabareskrim : Status Hary Tanoe Akan Menjadi Tersangka

Kabareskrim : Status Hary Tanoe Akan Menjadi Tersangka

Posmetro – Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyangkal isu tentang CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus sangkaan SMS bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto

“Saya belum dengar soal penetapan tersangka,” ujar Ari, di kompleks PTIK, Jakarta, Sabtu (17/6/2017).

Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyebut Ketua Umum Partai Perindo itu telah resmi berstatus tersangka.

“Terlapornya tersangkalah, sekarang sudah jadi tersangka” kata Prasetyo, Jumat (16/6/2017).

Saat ini, kasus tersebut masih berada di tingkat penyelidikan. Dalam waktu dekat, Bareskrim akan melakukan gelar perkara untuk melihat beberapa bukti dan keterangan saksi apakah kasus itu dapat dinaikkan ke penyidikan.

Akan Tetapi, Ari menyebut Hary dapat jadi tersangka bila bukti-bukti dan keterangan ahli mendukung dugaan tersebut

“Semuanya akan mengarah ke status tersangka. bila sudah cukup bukti,” ungkap Ari.

Hary dilaporkan ke polisi lantaran diduga mengirim pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Kini, polisi sudah meminta keterangan sekitar 13 saksi dan ahli.

Rencananya, pekan depan penyidik akan melakukan gelar perkara. Sampai saat ini, status Hary masih saksi terlapor.

Sebelumnya, Yulianto pertama kali mendapatkan pesan singkat dari orang tak dikenal pada 5 Januari 2016 sekira pukul 16.30 WIB.

Isinya pesan tersebut yaitu, “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Yulianto mulanya mengabaikan pesan tersebut. Namun, pada 7 Januari dan 9 Januari 2016, dia kembali mendapat pesan, kali ini lewat aplikasi chat WhatsApp, dari nomor yang sama.

Isi pesannya sama, hanya ditambahkan

“Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju.”
Usai mengecek, Yulianto percaya bahwa pesan singkat itu dikirim oleh Hary Tanoesoedibjo. Akan tetapi, Hary menyangkal bahwa sudah mengancam Yulianto.

“SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam,” ungkap Hary Tanoe.

You may also like...