Tanpa Basa Basi Alfian Tanjung Yang Berceramah SARA Langsung Menjadi Tersangka, Apa Alasannya?

Tanpa Basa Basi Alfian Tanjung Yang Berceramah SARA Langsung Menjadi Tersangka, Apa Alasannya?

Posmetro.netPosmetro Terkini, Hal yang patut dijadikan pembelajaran oleh setiap masyarakat agar tidak sembarangan berbicara tanpa bukti yang kuat. Seperti yang tejadi kepada Alfian Tanjung yang kini dijadikan sebagai tersangka akibat perbuatanya menyebarkan ujaran kebencian dalam tema ceramahnya yang menggulas PKI (Partai Komunis Indonesia). Saat ini pihak dari Bareskrim Polri telah menetapkan bahwa Alfian Tanjung merupakan salah satu tersangka dan langsung dilakukan penangkapan pada Selasa(30/05/2017) dini hari.

Hal tersebut dilakukan terkait dengan adanya ceramah yang dilakukan oleh Alfian di Masjid Mujahidin Surabaya pada tanggal 26 Februari 2017 lalu, dimana videonya tersebut sudah tersebar luas di halaman youtube dan disinyalir mengandung unsur tudingan PKI ke sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Indonesia.

“Secara detailnya pada video ceramah tersebut yang beredar, terdapat transkrip yang mengatakan bahwa ‘Jokowi adalah PKI, Cina PKI, lalu Ahok harus dipenggal kepalanya dan juga Kapolda Metro Jaya diindikasikan juga sebagai PKI,” Hal semacam ini sudah sangat fatal dan keterlaluan bagi setiap umat kehidupan berbangsan dan bernegara, bagaimana bila hal semacam ini disaksikan oleh anak-anak dan mempengaruhi jiwa dan pikiran mereka, dan lebih parahnya lagi bila hal semacam ini dicontoh,” ungkap Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto di kantor sementara Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jalarta, Selasa (30/05/2017).

Ari juga mengatakan harusnya Alfian harus memiliki bukti ataupun dapat membuktikan sebelum dirinya melakukan ujaran tersebut.

“Bersifat melabelkan pihak tertentu dengan paradigma yang menyatakan kafir tentunya tidak baik dan hal semacam ini harus memiliki aturan sesuai agama, tidak boleh secara leluasa dan gampang mengatakan mengkafirkan, apalagi beliau itu adalah ustadz,” ungkap Ari.

Dengan adanya ujaran kebencian tersebut telah menjadikan Alfian sebagai tersangka langsung karena telah dianggap melakukan pelanggaran yang dengan sengaja menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang mengkategorikan SARA didalam suatu individu ataupun kelompok.

Perbuatan dari Alfian ini pun dilakukan secara terang-terangan tanpa dasar hukum yang kuat terhadap Presiden dan juga Kapolda Metro Jaya.

Atas perbuatannya ini Alfian harus menerima ganjaran dengan dijerat pasal 156 KUHP dan Pasal 16 juncto Pasal 4 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi dan RAS, Pasal 45 junto 28 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut keterangan dari Ari, kasus yang kini menjerat Alfian Tanjung tersebut diproses karena adanya laporan dari warga Surabaya pada April 2017 lalu, dari laporan warga tersebutlah kemudian dikembangkan dan dinaikan status Alfian menjadi tersangka.

Saat ini Alfian ditangkap karena adanya dua alat bukti yang telah ditemukan, penahanan ini langsung dilakukan karena dari pihak Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menambahkan bahwa ditakutkan pihak yang bersangkutan dapat menggulangi perbuatan yang sama kepada tokoh lain dan juga dikhawatirkan dapat menghilangkan barang bukti.

You may also like...