Kehadiran Ahli Hukum Pidana Di Sidang Ahok Jadi Perdebatan

Posmetro.netPosmetro Terkini,  Ahli Hukum Pidana Universitas Gajah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiarie menjadi saksi meringankan pada sidang ke-14 kasus dugaan Penistaan Agama, dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Semula, Edward rencananya akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), namun kini dihadirkan oleh pengacara Ahok, alhasil, pada awal persidangan JPU menyatakan keberatan kepada Hakim seorang Jaksa menganggap Tim Pengacara Ahok tidak etis menghadirkan Edward.

“Pada persidangan yang lalu, kami memutuskan tidak mengajukan ahli Edward dengan beberapa pertimbangan lalu kami dapat laporan dari anggota, ahli mengatakan ‘Kalau jaksa tidak menghadirkan saya, saya akan dihadirkan kuasa hukum’, ini semacam Ultimatum” Ucap JPU.

Ali mengatakan, ucapan Edward kepada anggotanya saat itu mengesankan bahwa sang ahli telah berhubungan dengan tim pengacara Ahok oleh karena itu kehadirannnya tidak etis.

“Ini tidak Etis, dari awal dia tahu BAP dari penyidik, kenapa berhubungan dengan Kuasa Hukum?” Ucap Dia.

Menanggapi penolakan itu, tim pengacara Ahok membantah alasan Jaksa sebab, sebelum dihadirkan menjadi Ahli, pengacara telah membicarakan dengan Jaksa.

“Kesepakatan ahli 28 Febuari 2017 tidak ada keberatan Jaksa sedikit pun tiba-tiba di sini buat suatu persoalan, menurut kami ini itikad kurang bagus” Ucap Pengacara Ahok.

Meski ada perdebatan, ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto memutuskan, Edward tetap bisa memberi pandangannya sebagai Ahli Pidana pada sidang Ahok.

( Posmetro.net )

You may also like...