Ahok-Djarot Ungkap Open Governance Sudah Diterapkan Di DKI Jakarta

Posmetro.netPosmetro TerkiniSistem Pemerintahan yang terbuka kepada setiap masyarakatnya, atau disebut Open Governance, tentunya akan banyak memberikan dampak positif, baik itu bagi kemudahan hidup masyarakat maupun bagi kejujuran sistem pemerintahan itu sendiri.

Juru bicara pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, Raja Juli Antoni menyatakan, dalam kurun waktu 5 Tahun terakhir DKI Jakarta sudah menerapkan Open Governance, menurut Raja Juli, semua hal mengenai Pemprov DKI bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat.

Raja Juli juga menjelaskan, semua hal terkait Pemprov DKI Jakarta sudah 5 Tahun ini dapat diakses datanya secara terbuka, mulai dari R-APBD, APBD (bahkan sampai satuan 3), keputusan-keputusan khususnya Pergub, serta hasil-hasil rapat dan dokumen-dokumen lainnya di jakarta.go.id

Sebelumnya Cagub DKI Jakarta nomor urut 3, yakni Anies Baswedan mengungkapkan keinginannya agar sistem Open Governance bisa diterpakan di DKI Jakarta, dia mengkritik saat ini masyarakat di DKI Jakarta belum dilibatkan dalam pembangunan.

“Pertanyaan tadi kenapa di Jakarta belum ditetapkan Open Governance?, saya rasa soal kemauan Pemprov DKI kalau Infrastrukturnya sudah ada di tempat lain sudah pakai” Ucap Anies.

Ucapan Anies Baswedan ini, mendapatkan tanggapan dari Cawagub Nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat sistem Open Governance yang dianggap Anies selama ini belum diterapkan di DKI Jakarta, menurut Djarot keliru sistem Open Governance, telah diterpakan oleh dirinya bersama dengan pendampingnya yakni Ahok saat memimpin Pemprov DKI Jakarta.

Sehingga, Djarot menduga, Anies selama ini belum mengetahui kemajuan yang telah terjadi di Ibukota “Itu sudah dari dulu kita sudah Open banget, bahkan open data kita supaya bisa diketahui mungkin Pak Anies baru tahu” Ucap Djarot.

( Posmetro.net )

You may also like...