Hakim Mempertanyakan Kejanggalan Laporan Saksi Saat Sidang Ahok

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Briptu Ahmad Hamdani menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan di persidangan kasus dugaan Penistaan Agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Anggota Polres Bogor itu diperiksa lantaran adanya kejanggalan pada laporan Saksi Willyudin pada laporan itu tertulis waktu kejadian pada 6 September 2016, padahal dugaan penistaan agama di Pulau Seribu baru terjadi pada 27 September 2016 lalu.

Hakim menanyakan bagaimana proses pelapor saat melapor ke Polres Bogor pada 7 Oktober 2016 lalu

“Waktu itu pelapor datang pada tanggal 7 Oktober 2016 jam 16.30 WIB ke Polresta Bogor, Pelapor melihat video Ahok dirumahnya di grup Whatsapp” Ucap Hakim

Hakim bertanya pada Ahmad Hamdani, apakah dirinya tidak menanyakan alasan pelapor tidak melaporkan kasus itu di Wilayah Kepulauan Seribu.

“Kalau ada Masyarakat melaporkan pasti diterima, kasihan Masyarakat ke Pulau jauh kejadian pada tanggal 6 September 2016 kejadian Penistaan Agama, saya tidak tahu kapan itu kejadian Pulau Seribu” Jawab Ahmad Hamdani.

Ahmad Hamdani mengaku sebelum laporan ditandatangani, Pelapor membaca sendiri isi laporan.

Hakim menanyakan bagaimana SOP Laporan tersebut “Apakah ada Kalender di ruangan Saudara? Dicocokkan?” Tanya Hakim

“Ada, saya tidak mencocokan karena kalender berada di belakang” Jawabnya

Hakim menyebut bahwa Tanggal 6 September bukan Hari Kamis melainkan Selasa “Yang Hari Kamis itu Tanggal 7 Oktober” Kata Hakim.

Ahmad Hamdani yang sudah bertugas selama 7 Tahun di Polres Bogor itu mengaku tidak merasa aneh mengapa rentang waktu kerjadian dan laporan lama sekali, yakni kejadian 6 September dan melaporkan ke Polres Bogor 7 Oktober 2016.

Hakim pun menceramahi Ahmad Hamdani agar lebih hati-hati dalam mengecek waktu kejadian “Harus Lebih Hati-Hati” Ucap Hakim.

( Posmetro.net )

You may also like...