Ahmad Dhani Buka-bukaan Terkait Penangkapan dan Pertemuan yang Diduga Makar

Ahmad Dhani Buka-bukaan Terkait Penangkapan dan Pertemuan yang Diduga Makar

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Ahmad Dhani angkat bicara mengenai penangkapannya oleh polisi yang disebutnya berlangsung ‘seru’. Musisi ini membocorkan cerita di balik pertemuan dengan teman-temannya yang diduga makar itu.

Suami penyanyi Mulan Jameela ini mulanya dibekuk tanpa perlawanannya di Hotal Sari Pan Pacific pada Jumat (2/12/2016) sekitar pukul 03.00 sampai pukul 06.00 WIB. Polisi kemudian menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka. Dia dikenai pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Ahmad Dhani dalam kondisi sehat dan tenang selama menjalani proses pemeriksaan di Mako Brimob. Dia tidak ditahan usai menjalani pemeriksaan yang panjang. “Kronologi penangkapannya seru, seperti PKI-lah,”ucap Ahmad Dhani sampai tersenyum kecil.

Bos Republik Cinta Management ini mengklaim tidak banyak diberi pertanyaan oleh polisi. Diminta keterangan seputar pertemuan 1 Desember di Hotel Sari Pan Pacifik yang diduga makar atau penggulingan pemerintahan yang sah.

Ahmad Dhani Buka-bukaan Terkait Penangkapan dan Pertemuan yang Diduga Makar

Ahmad Dhani merupakan satu dari 11 tersangka yang dibekuk oleh polisi pada 2 Desember. Manajer Republik Cinta ini akhirnya dipulangkan usai diperiksa selama 1X24 jam itu.

Ahmad Dhani dibekuk di Hotel Sari Pan Pacifik pada 2 Desember dini hari. Saat ditanya mengenai kronologi penangkapannya, Dhani memberikan senyumnya. Dia menyamakan penangkapan seperti PKI.

“Kronologi penangkapannya asyik, seperti PKI,”jawab Dhani singkat.

Selain Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaen, Eko, Firza Huzein, Kivlan Zen, Alvin Indra Al Fariz, Adityawarman, dan Rachmawati ditangkap di hari yang sama dan diperiksa di Mako Brimob. Tetapi Ahmad Dhani dan 7 tersangka lainnya itu tidak ditahan. Ada juga Jamran, Sri Bintang Pamungkas, dan Rizal yang sudah ditangkap dan saat ini ditahan.

Ahmad Dhani Buka-bukaan Terkait Penangkapan dan Pertemuan yang Diduga Makar

Mengenai pertemuan di rumah Rachmawati, Dhani ditanya mengenai siapa donatur jumpa pers 1 Desember yang diduga polisi merupakan kegiatan makar.

“Hanya meeting di rumah Mbah Rahma, siapa yang mendanai jumpa pers, apa yang disiarkan waktu itu. Saya jawab waktu itu demo di Gedung DPR berkaitan dengan memenjarakan Ahok dan kembali ke UUD 1945 dari GNSKRI,”ucapnya.

Dhani yakin tidak ada pemeriksaan lanjuutan. Dia merasa penetapan status tersangkanya terkesan dipaksakan.

“Saya yakin enggak ada ya, karena penetapan tersangka agak dipaksakan, sebab di dalam pasal 107 itu menggulingkan kekuasaan atau makar mesti dilakukan dengan cara tidak sah atau inkonstitusional,”ucap Dhani.

Yang pasti, Dhani merasa polisi menghalangi niatnya untuk ikut aksi 2 Desember. “Saya rasa sih itu,”jelas Dhani.

Saat ditanya mengenai pasal penghinaan terhadap penguasa yang disangkakan padanya, dia cuma menjawab singkat.

“Pemberitahuan kepada masyarakat walau hati panas tapi tidak boleh,”ucap Dhani.

Ahmad Dhani Buka-bukaan Terkait Penangkapan dan Pertemuan yang Diduga Makar

Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman, mengatakan Ahmad Dhani tenang dalan menjalni pemeriksaannya.

“Pemeriksaan udah selsai, tapi kami masih disuruh menunggu. ADP (Ahmad Dhani Prasetyo) dalam keadaan sehat dan santai,”ucap Habiburokhman.

Dia menyebut Dhani dikenakan dengan Pasal 207 KUHP mengenai orasinya pada saat aksi demo 4 November lalu. Pasal itu merupakan delik penghinaan terhadap penguasa.

Habiburokhman pun mengirimkan foto penampakan Ahmad Dhani dan Sri Bintang Pamungkas di sela-sela pemeriksaan di Mako Brimob. Dhani tampak mengenakan kaus warna hitam bertuliskan ‘Anomali’ dan Sri Bintang nampak mengenakan kemeja lengan panjang warga biru. Sedangkan di tengah-tengah kedua orang itu ada Habiburokman.

Saat difoto, ketiganya terlihat mengepalkan tangan kanan ke atas. Di hadapan mereka, nampak minuman dalam kemasan dan bungkus makanan.

( Posmetro.net )

You may also like...