Ini Tanggapan Ahok Mengenai KJP Plus Anies

Ini Tanggapan Ahok Mengenai KJP Plus Anies

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbeda pendapat dengan pesaingnya Anies Baswedan yang mau memperbolehkan warga DKI Jakarta untuk dapat menikmati Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Ahok mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah mempunyai program bantuan pendidikan bernama Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sehingga dia menganggap, masyarakat ibu kota telah tidak perlu menikmati bantuan dari pemerintah pusat.

Selain itu, eks Bupati Belitung Timur ini menilai, lebih baik dana bantuan pendidikan yang ditujukan untuk Jakarta dialihkan ke daerah lain. Karena nominal yang diberikan setiap bulan dari Pemprov DKI Jakarta lebih besar dibandingkan bantuan nasional.

“Yang pasti kami mau edukasi masyarakat, kalau udah cukup jangan serakah. KJP kami yang lakukan penghitungan yakni Bank Dunia. Jadi lebik baik KIP didorong,”ucapnya.

Menurutnya, saat ini angka putus sekolah di Jakarta telah jauh lebih baik dibandingkan daerah lain. Sehingga, dia menganggap, alangkah baiknya kalau dana bantuan pendidikan pemerintah pusat untuk DKI Jakarta dialihkan ke daerah lain.

“Kamu tahu enggak anak-anak di luar Jakarta yang putus sekolah berapa persen? Masih 40 persen. Jakarta sekarang anak SMA itu yang putus sekolah cuma 0,4 persen. Ini bukan karena faktor uang, buat apa uangnya dimanjain kasih anak lebih. Anak saya aja enggak kasih uang jajan lebih,”tutupnya.

Sebelumnya, calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab kecemasan warga bakal ditariknya KJP kalau dirinya terpilih sebagai Gubernur DKI yang baru. Menjawab itu, Anies sesumbar malah bakal menambah manfaat dari KJP bagi para penggunanya.

“Kalau gubernur ganti malah manfaatnya lebih besar. Kenapa lebih besar? Karena pemerintah pusat punya program KIP (Kartu Indonesia Pintar),”ucap Anies.

Anies menyatakan KIP telah kirim ke seluruh Indonesia kecuali Jakarta. Karena di Jakarta ada peraturan yang melarang penggunaan KIP. Padahal itu bukan dari perushaan tapi itu dari negara.

“KIP itu cash. Manfaatnya lebih besar jadi bukan belanja dan bisa memenuhi kebutuhan di luar KJP. Jadi mudah-mudahan manfaatnya besar,”ucap Anies.

Anies menyambungkan, antara KIP dan KJP keduanya harus saling melengkapi. Karena kalau KJP cuma bisa dibelanjakan untuk kebutuhan anak sekolah, sedangkan KIP sifatnya bisa diuangkan.

“Sifat dari KIP itu saling melengkapi dengan KJP. KJP itu untuk hal-hal yang telah ditentukan. KIP bentuk cash sehingga keluarga bisa menggunakan hal-hal yang enggak boleh di KJP. Jadi sebenarnya bukan dobel tapi komplementer. Melengkapi,”ucapnya.

“KIP di Jakarta udah dikirim ke semua anak. Tapi anak itu enggak berani cairkan. Ada peraturan kalau dicairkan enggak boleh terima KJP. Ada pergub yang mengatakan itu. Kita udah menyalurkan, mereka enggak berani mencairkan,”tambah Anies.

( Posmetro.net )

You may also like...