Bawaslu DKI Hentikan Tiga Laporan Penghadang Ahok dan Djarot, Satu Ditindaklanjuti

Bawaslu DKI Hentikan Tiga Laporan Penghadang Ahok dan Djarot, Satu Ditindaklanjuti

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menerima empat laporan dari tim sukses mengenai penolakan warga ketika pasangan calon di Pilgub DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat berkampanye. Ketua Bawaslu DKI mimah Susanti menyatakan kalau dari empat laporan itu, tiga tidak dapat dilanjutkan lantaran ada unsur yang tidak terpenuhi.

“Kami sudah menerima laporan dari tim pasangan calon. Laporan itu ada empat laporan. Dari keempat laporan itu dilaporkan sebagai dugaan pelanggaran pidana. Tiga diantaranya kita jelaskan ke pelapor kalau ada unsur tindak pidana yang tidak dipenuhi,”ucap Mimah.

Mimah mengatakan kalau laporan terakhir tengah dalam proses penyelidikan oleh Bawaslu. Pihaknya tengah meminta keterangan dari pihak terlapor.

“Pak Djarot dipanggil untuk laporan keempat. Prosesnya hari ini tim Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum) menuju ke terlapor lantaran ada yang bersangkutan kita tunggu sampai hari ini enggak ada,”terangnya.

Mimah mengatakan batas waktu proses hukum itu adalah sampai Jumat (18/11) besok. Bawaslu DKI belum dapat menyimpulkan siapa saja yang terlibat dalam penghadangan itu.

“Satu kasus ini sedang menanti. Batas waktu Jumat karena kami enggak bisa memutuskan sampai kami ketemu dengan terlapor. Semua video memperlihatkan ada keberadaan yang bersangkutan. Kami belum dapat menyebutkan nama sebelum diputuskan oleh sentra Gakkum,”tutup Mimah.

Seperti yang diketahui, calon gubernur DKI Ahok dan calon wakil gubernur mendapat penolakan ketika melakukan sosialisasi program sertai visi dan misinya di beberapa wilayah lokasi di Jakarta. Tim sukses mensinyalir ada mobilisasi terhadap kelompok massa yang diduga bukan warga setempat.

( Posmetro.net )

You may also like...