Ahok dan Djarot Sering Ditolak Warga Ketika Berkampanye, Ini Tanggapan Anies

Ahok dan Djarot Sering Ditolak Warga Ketika Berkampanye, Ini Tanggapan Anies

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan menyayangkan adanya penolak dari warga terhadap pasangan calon nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat saat berkampanye.

Menurut Anies, ditolaknya Ahok dan Djarot untuk berkampanye, malah menutup peluang kesempatan warga untuk berdialog secara dengan pasangan incumbent itu.

“Jadi kalau ada Pak gubernur (Ahok) datang itu seharusnya disambut, diajak berdialog. Kalau ditolak kan malah enggak ada dialog jadinya. Jadi intinya jangan dihalang-halangi, malah ini peluang untuk berdialog,”ucap Anies.

Anies menjelaskan, penolakan terhadap Ahok dan Djarot juga membuat warga tidak dapat menyampaikan aspirasi.

Selain itu, pasangan itu juga gagal menyampaikan visi dan misi yang dapat dipelajari oleh masyarakat.

Anies berharap ke depannya tidak ada lagi penolak terhadap pasangan itu.

“Di situlah peluang untuk berdemokrasi, saling menghargai, saling menghormati dan kesempatan untuk mendengar dan mengeluarkan pendapat,”ucap Anies.

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, beberapa kali mendapat penolak dari sekelompok massa ketika akan atau tengah berkampanye di beberapa wilayah.

Tercatat, Ahok sempat dihadang kelompok massa ketika kampanye mengunjungi Pasar Rawa Belong, Raby (2/11).

Selain itu, Ahok juga mendapat penolakan ketika akan berkampanye di Kedoya Utara, Jakarta Barat pada Kamis (10/11).

Adapun Djarot mendapat penolakan dari kelompok massa saat kampanye di Kedoya Utara dan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (9/11).

( Posmetro.net )

You may also like...