Ini Tanggapan Ahok Tidak Izinkan Penyebaran KIP di DKI yang Dikeluhkan Anies

Ini Tanggapan Ahok Tidak Izinkan Penyebaran KIP di DKI yang Dikeluhkan Anies

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta yang juga eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan ke warga kalau Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mengizinkan penyebaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di DKI Jakarta. Apa tanggapan Ahok mengenai keluhan Anies ini?

Ahok yang saat ini juga sebagai calon Gubernur DKI untuk Pilkada 2017 itu menjelaskan alasan dua tidak mengizinkan KIP disebar di Jakarta. Menurutnya, penyebaran KIP di Jakarta dianggap sebagai tindakan mubazir, karena di Jakarta udah ada Kartu Jakarta Pintar (KIP).

“Saya rasa udah tepat untuk tidak double (ganda). KIP masih ada (bisa digunakan) di Jakarta, untuk yang tidak bisa mendapat JKP, misalnya warga Bekasi yang bersekolah di Jakarta,”ucap Ahok.

Menurutnya, program yang langsung menyentuh masyarakat itu jangan cuma berpatokan pada penyerapan anggaran, tetapi mesti tepat guna. “Setuju (tidak double). Jangan cuma kejar penyerapan anggaran, tetapi mesti tepat guna,”ucapnya.

Ahok juga mengatakan, bisa aja KIP disebar di Jakarta, beriringan dengan KJP. Tetapi dia menganggap mesti ada sisi keadilan. Karena, KIP masih banyak diperlukan di beberapa daerah lain Indonesia.

“Bisa aja kalau mau. Tapi azaz keadilan enggak benner untuk daerah lain yang masih kekurangan,”ucapnya.

Sebelumnya, saat bertemu warga Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (29/10), Anies bercerita mengenai kenapa KIP yang merupakan program pemerintah pusat tidak disebar di Jakarta. Menurutnya, penyebaran KIP di Jakarta ditolak oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Sayang sekali, Jakarta itu dulu waktu saya Menteri Pendidikan dan Kebudayan ada Kartu Indonesia Pintar yang disebar ke seluruh Indonesia, tapi tidak di Jakarta. Ini ditolak. Ini karena ditolak gubernurnya. Itu lumayan Rp 750 ribu. Ini tidak boleh lantaran katanya udah ada KJP,”ucap Anies.

“Kalau saya jadi gubernur, akan ada KIP dan KJP, jadi warga dapat double. Ada KIP dan dapat KJP. KJP nya enggak dihilangkan, malah ditambah. Ini gubernurnya namanya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),”sambung Anies.

Padahal, sambung Anies, dirinya telah mengirimkan surat khusus ke Ahok supaya KIP bisa disebar di Jakarta. Tetapi, hal itu sia-sia.

“Coba kalau itu diizinkan. Saya udah kirim surat khusus supaya diizinkan dan dijawab langsung, enggak diizinkan karena udah ada KJP,”ucap Anies.

“Kan lumayan itu SD Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, SMA Rp 1 juta. Ini bukan program saya, bukan program Pak Anies, tapi Pak Jokowi,”sambungnya.

( Posmetro.net )

You may also like...