Ahok Dianggap Hina Al-Quran, Kader Minta Golkar Tarik Dukungan

Ahok Dianggap Hina Al-Quran, Kader Minta Golkar Tarik Dukungan

Posmetro.netPosmetro Terkini, Jakarta – Bakal calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai melakukan penistaan terhadap Al-Quran surat Al Maidah ayat 51. Dalam video yang beredar di sosial media, Ahok diduga menyampaikan pernyataan yang tidak pantas demi kepentingan pencalonannya pada Pilgub DKI.

Politisi muda partai Golkar, Ahmad DOli Kurnia mengecam keras pernyataan Ahok itu. Doni menganggap ucapan Ahok itu memperlihatkan sikap yang arogan yang memancing amarah dan menyakiti hati umat islam.

“Sikapnya tidak saja selalu mengundang amarah, merusak kedamaian, dan menyakitkan manusia, tetapi sudah sampai pada menyerang bahkan menista agama Islam. Ahok sudah menghina Al-Quran, yang artinya sudah menghina umat Islam seluruh dinia,”ucap Doli.

Doli menyebut pernyataan Ahok tidak bertentangan dengan Pancasila dan karakter bangsa Indonesia. Sebagai muslim, Doli mengaku tersinggung dengan ucapan Ahok.

“Ahok sama sekali tidak memahami bahkan bertentangan dengan Pancasila dan karakter dasar bangsa Indonesia. Saya sebagai seorang muslim dan juga kader Golkar merasa tersinggung,”tegasnya.

Tidak cuma itu, Doli berpendapat sikap mantan Bupati Belitung Timur itu terkesan mengajak warga untuk ingkar pada ajaran Islam. Ditambah, figur Ahok jelas tidak sesuai dengan patform dan doktrin partai Golkar yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Figur Ahok telah tidak relevan lagi dengan doktrin Karya Kekaryaan dan Ikrar Panca Bhakti Golkar. Skap yang ditunjukkan oleh Ahok yang mengajak orang untuk tidak yakin atau mengingkari Kitab Suci dan keyakinannya sudah bertentangan dengan Ikrar pertama Panca Bhakti,”ngakunya.

Oleh karena itu, Doli bakal mendesak Golkar untuk menarik dukunganya kepada Ahok di Pilgub DKi. Karena, karakter dan sikap Ahok sudah bertentangan dengan jiwa dan semangat partai Golkar.

“Saya menekan supaya Partai Golkar untuk segera menarik dukungannya kepada Ahok, lantaran Ahok yang diukung oleh Partai Golkar telah bersebrangan dengan jiwa dan semangat partai Golkar.

“Saya menekan supaya Partai Golkar untuk segera menarik dukungannya kepada Ahok, lantaran Ahok yang didukung oleh Partai Golkar telah tidak sesuai lagi dengan jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang selama ini dikembangkan dalam Golkar yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945,”tambah Doli.

Dia cemas kemarahan umat musim atas pernyatan Ahok bisa berdampak buruk pada Partai Golkar.

“Saya cemas kemarahan ummat yang dihina oleh Ahok tidak bakal berdampak negatif terhadap Golkar. Sebagai sebuah partai yang mempunyai karakter nasionalisme-religius, Golkar tidak layak memberikan dukungan terhadap figur yang anti agama dan anti persatuan bangsa,”tutupnya.

( Posmetro.net )

You may also like...