Ahok Sindir Bamus Betawi Ketika Sambutan Pelepasan Atlet PON

Ahok Sindir Bamus Betawi Ketika Sambutan Pelepasan Atlet PON

Posmetro.netBerita Terkini, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah menyoroti Bamus Betawi yang dianggapnya memainkan politik berbau rasisme. Sampai-sampai dia menyindirnya di sambutan pelepasan atlet PON Jakarta yang bakal berlaga di PON XIX Jawa Barat.

“Kalau atlet Betawi yang bagus, ada 100 Betawi ya kirim aja 100 Betawi. Tapi kalau buat Bamus Betawi main politik, ya enggak usah dikirim. Begitu loh,”ucap Ahok didepan seribuan kontingen yang mengikuti upacara pelepasan, di Balai Kota, Jln Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Ahok menekankan, pembagian pengiriman atlet ke ajang kompetisi tidak sepantasnya ditentukan berdasarkan kedekatan politis, apalagi pembedaan rasial. Penentuan atlet yang dikir haruslah berdasarkan kemampuan atlet itu sendiri, tidak peduli dari mana etnis dan daerah asal atlet itu.

“Itu pasti, enggak boleh dikirim kalau mau main politik. Ini kita mesti dapat membedakan jelas. Jadi saya tidak mau menganggap orang berdasarkan suku, agama, dan ras. Kalau prestasi baik, silakan anda berangkat. Enggak boleh dipisah-pisahkan,”ucap Ahok.

Dia menyontohkan, pengiriman para atlet ke PON tidak dapat ditentukan berdasarkan pemenuhan keterwakilan etnis, suku, atau daerah asal. Cuma untuk memenuhi keterwakilan dalam satu klub sepak bola, misalnya, maka 11 orang pemain diambil dari satu per satu suku yang ada di Indonesia. Ini merupakan cara yang menurutnya rasis.

“Kalau memang semua orang Padang yang jago di olahraga ini, maka semua yang dikirim orang padang. Kalau anda mulai membatasi itu, anda juga enggak betul. Anda juga rasis saya katakan,”ucap Ahok.

Tetapi Ahok mempercayai, tidak ada satu cabang olahraga yang cuma dikuasai oleh satu ras tertentu. Yang benar ras bangsa dapat melakukan olahraga asalkan ada kegigihan dan disiplin.

Selain itu, pembiayaan ke klub olahraga juga mesti ditingkatkan. Atlet yang berbakat juga bakal dikirimkan ke luar negeri untuk berlatih. Biayanya bisa dari dana hibah. Daripada dana hibah dialokasikan untuk ormas yang tidak menghasilkan nilai positif, lebih baik dana hibah diberikan untuk pemberangkatan atlet ke luar negeri.

“Bonus-bonus yayasan hibah ke ormas yang enggak jelas, ktia tutup aja. Lebih baik kita sumbangkan untuk mengirim atlet ke luar negeri,”ucap Ahok.

Sebagaimana yang diketahui, Ahok mau memberhentikan dana hibah untuk ormas Bamus Betawi. Soalnya, menurut Ahok, Bamus Betawi memainkan soal rasis untuk tujuan politis. Walau begitu, Bamus Betawi telah menepisnya.

( Posmetro.net )

You may also like...